Putih Abu-Abu
Aku Hanya
Ingin Mengingatnya
Saya menulis ini untuk membantu saya dalam mengingat
kenangan semasa SMA saya, katanya masa SMA adalah masa yang indah, oleh karena
itu saya tidak ingin melupakan masa-masa indah itu meskipun masa SMA tak semua
didalamnya Indah.
Sebelumnya saya berterimakasih kepada Bapak, Ibu Guru
serta teman-teman saya bahkan para haters saya. Saya bahagia pernah bertemu
dengan kalian, kalian telah membuat goresan dalam lembar putih perjalanan hidup
saya.
Terimakasih untuk Wibukers yang telah berganti nama
menjadi 5Webu.
Terima kasih teruntuk manager dan tukang ojek
terbaik ku, Siti Halilah Sufina. Kamu adalah seorang yang sering bikin aku
kesal karena sulit memahami. Kamu orang yang baik, meskipun sering banget
cemberut, jika aku ingat mengingat kamu hal yang aku ingat adalah kejadian di
Gunung Pinang.
Terimakasih
teman sebangku 3 tahunku, Putri Fatimatuzzahra. Jenis penyemangat paling tegas,
pembela kebenaran dan wibu sejati. Setia bener sih duduk sama saya dari kelas
X.
Terimakasih
untuk teman 6 tahunku, Sarah. Pendengar yang baik, pokonya sarah itu seperti buku diary bagiku.
Jangan menetap pada satu tempat, cobalah keluar dan lihat luasnya dunia ini.
Terimakasih
Anisah Yogiana Maharani. Orang paling muda di 5Webu, sikutu buku (khusus novel
dan wattpad), ngomongnya paling alus, ngga pernah ngegas dan paling kalem
pokoknya mah.
Untuk
kalian yang tak dapat kusebutkan satu persatu, terimakasih ya atas kenangannya.
Maaf jika saya pernah bersikap buruk atau melukai kalian. Saya bersyukur pernah
bertemu dengan kalian, jika nanti kita bertemu kalian bisa sapa saya, jika saya
lupa tolong ingatkan saya, dan jika ngga ingat juga tolong maafkan ya J
Welcome To Senior
High School
Harapanku gagal dan pupus, tak apalah aku tak dapat sekolah
disekolah impianku. Pemikiran yang tidak bersyukur. Aku diterima disalah satu
sekolah yang cukup favorit, deket dari rumah dan dierima diurutan 180an dari
500an. Meskipun ujung-ujungnya muridnya lebih dari kuota.
Kau tahu, sebagai introvert betapa sulitnya
beradaptasi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru. Saat itu alumni
sekolahku tak terlalu banyak yang masuk sekolah ini lewat jalur normal,
meskipun sudah pakai jalur zonasi tetap saja tak banyak alumni dari sekolahku
yang diterima di SMA ini. Kalian pasti tahu hari pertama masuk sekolah adalah
kegiatan MPLS atau dikenal sebagai MOS. Menurut saya sendiri kegiatan ini ngga
ada gunanya sih. Katanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah tapi saya merasa
hal ini seperti masa-masa yang ngga begitu penting. Dikasih tugas nyari tanda
tanggan panitia, buku disampul sesuai ketentuan, pake pita dan ga boleh salah
warna. Katanya sih biar kita disiplin nantinya, padahal mah ngga gitu caranya,
toh juga panitianya dalam kehidupan sehari-hari bukannay sosok siwa disiplin
nan ramah dan sopan. Kenapa ngga kita diajarkan bagaimana tata krama, sopan
santun dan pendidikan etika atau kegiatan lain yang punya makna.
Sebagai sekolah dengan basic spiritual, sekolah ku
terkenal akan agamawisnya. Sampai gue baru tahu kalau diSMAku ada namanya
persekutuan siswa non muslim. Ya sebagai murid baru akumah manut-manut aja ya,
ikutin peraturan dan kegiatan. Jadi saat itu perkenalan dan
“Perkenalkan nama saya
Ratu Sondang Elishabet Sidauruk dari SMPN 9 Kota Serang, kelas X-5” Ujarku
“Itu kalau nulis nama di
kertas un kaya gimana?” tanya seorang wanita. Mungkin niat dia ingin ngelawak.
Seisi ruangan tersenyum
mendengar pertanyaan tersebut
“Ya tinggal ditulis lah,
nama kamu juga panjang, ngapain nanya cara nulis nama diljk UN, tinggal
disingkat doang.” Jawabku. Pertanyaan macam apasih, kenapa nanya kalau emang
nama dia juga panjang kaya kereta.
....
Hari itu hari senin, hari
dimana selesainya Masa Pengenalan lingkungan Sekolah (MPLS) atau dikenal
sebagai MOS. Sekitar pukul 9 pagi para
murid baru diharapkan kumpul dimasjid untuk pembagian kelas, kelas selama MPLS
adalah kelas sementara dan hari ini kami akan dibagi kelas untuk jurusan IPA
dan IPS. Upacara selesai pukul 8 pagi dan kami memiliki waktu sejam untuk jajan
dan beristirahat.
“Kita jajan kekantin yuk”
Ajak Ima
“Yasudah hayu”
Aku, Ima dan Regina
menuju kekantin. Suasana cukup ramai disana dan membuatku bingung, mau jajan
apa ya ?.
Beberapa menit berdiri
sampai akhirnya aku memutuskan untuk membeli nextar (merek nastar). Jadi gais
saat gue mau ngambil dan bayar tuh nastar, terus ada seorang siswa juga yang
akan memotong jalanku. Aku maju dia juga maju, aku mundur dia juga mundur (ya
kaya mau jalan tapi sama-sama ngalah, gimana ya aku bilangnya. Pokoknya gitu
aja).
“Ishh” Desisku kesal
“Permisi” Ujarnya
“Iya” Aku mengalah,
mempersilahkannya lewat terlebih dahulu,
Aku berhasil membeli
nastar dan menuju Regina dan Ima yang telah menunggu
“Cie tadi siapa ?” tanya
Regina
“Ngga tahu, tahu orangnya
tapi ngga tahu namanya”
“Oh gitu. Awas lo suka”
Ujar Ima menggoda ku
“Ya enggak akan lah”
Semua siswa-siswi baru
diharapkan kumpul di masjid sekarang juga untuk pembagian kelas.
“Akan ada 9 kelas IPS dan
6 kelas IPS” Ujar Pak Faisal
Dilanjut dengan
mengumumkan satu persatu orang dari IPA 1 sampai IPS 6.
Aku mendapatkan kelas IPA
9. Wah image nya jelek sekali, Kelas IPA terakhir, anak-anak yang digantungkan
apakah mereka layak masuk IPA atau cenderung IPS. Mungkin begitu kurang lebih
pendapat tentang kelas IPA terakhir.
Aku masih duduk sendiri.
Tak tahu harus bagaimana. Sulit sekali memulai perkenalan ini.
“Hai, disini ada orang ?”
tanya seorang siswi padaku
“Enggak kok, ngga ada.
Duduk aja” ucapku
“Makasih ya”
“Nama kamu siapa ?”
tanyaku
“Putri, panggil aja uti”
“Uti ?, kenapa dipanggil Uti
?”
“Yang namnaya putri
banyak”
“Tapi saya akan panggil
kamu Putri, karena saya lebih mengingat Putri untuk saat ini” Aku memang punya
kelemahan dalam menghapal nama seseorang, saya harus mengilustrasikan nama
orang tersebut jika saya ingin menghapalnya. Contonya Putri, namanya yang
banyak digunakan membuatku lebih mudah mengingatnya dan karena aku memang
memiliki teman SD yang bernama Putri.
“Nama kamu siapa ?” tanya
Putri
“Sondang”
Tiba-tiba seseorang masuk
“Sondang.....”
“Lah kok lo disini? “
tanya ku pada Sarah teman sekelasku sewaktu SMP
“Kita sekelas, Yah udah
ada yang nempatin ya” ujar Sarah
“Iya udah, tapi kok kita
bisa sekelas lagi ?”
“Iya tadi pas pengumuman
habis nama lo disebut terus nama gue”
Ya akhirnya hari itu kami
saling berkenalan, meskipun diawalnya aku sulit sekali menghapal nama-nama
mereka. Mungkin butuh waktu sekitar 1 minggu untuk mengingat nama mereka.
Jad sekolah gue tuh cukup
elit karena absen aja pake kartu, meskipun rajin pake absen kartu dan datang
pagi hanya diawal masuk sekolah. Absen ini akan terhubung dengan orang tua
melalui aplikasi bernama Atenov. Entah hp gue yang bermasalah karena
aplikasinya tidak bisa dibuka dihandphoneku. Sebagai murid yang budiman, ya ini
pembelaan. Sebagai murid yang norak, gue akhirnya bertanya masalah ini kepada
guru piket saat itu dan responya malah suruh bertanya kepada operator sekolah,
yaitu Pak Acep. Saat aku berbalik badan ingin menuju kantor tiba-tiba siswa
yang dikantin itu lagi. Dia bikin gue kaget karena tiba-tiba ada dibelakang
gue.
SMPku tidak terlalu jauh
dari SMA ku sekarang, terkadang aku masih sering bermain kesana. Bersama
temanku Apini dari kelas IPS 3, aku kadang main ke SMP hanya untuk sekedar
jajan atau berbincang (Gibah).
“Pin tahu ga sih gue waktu
itu ketemu cowok dikantin sumpah ngeselin banget oiyyyy” Awaliku
“Kenapa ?”
“Ya masa gue mau beli
nastar malah kena halang” Aku menceritakan semua kejadian dikantin saat itu,
lengkap dengan peragaannya.
“Siapa itu nya ?”
“Temen nya temen lo”
“Temen gue yang mana Dang
?” Ujarnya sambil melahap cilok
“Ituloh, si Nimrod”
“Oh si Cimot”
Aku menceritakan
kejadian-kejadian selanjutnya sampai dimana, dua orang siswa berjalan melewati
kami. Salah seorang memperhatikan kami (Aku dan Apini) secara seksama.
“What the ... itu kan
orang lain gue gibahin” gumamku dalam hati
“Dang lo kok tiba-tiba
diem ?”
“Pin, lo tahu ?”
“Apaan ?”
“Orang yang gue gibahin
lewat “
“Serius loh Dang “
“Gue serius Pin”
“Pin bagaimana ini,
kenapa tuh orang tiba-tiba muncul “
“Yang mana sih itukan ada
dua orang ?”
“Yang pake kacamata”
“Keduanya pake kacamata
Dang”
“Pokoknya yang pake
kacamata.”
“Iyain aja deh, nanti gue
langsung tanya Cimot aja deh”
Diawal masuk sekolah aku
sering sekali keluar masuk ekstrakulikuler mulai dari paduan suara, radio, mpk,
english club sampai akhirnya gabung Seishin (japanese club) karena teman-teman
gue.
“Kenapa mau masuk Seishin
?” tanya seorang kakak kelas
“Biar bisa bahasa jepang”
“Anime favorit ?”
“KANEKI”
Jawaban yang amat
memalukan, Kaneki tuh tokohnya woi. Anime nya itu Tokyo Ghoul. Bayangin
ditanya-tanya soal peranimean. Ya gue ga bisa jawablah, gue aja jarang nonton
selama SMP. Masa kecil gue paling nonton naruto, one piece, doraemon ya pokonya
yang tayang di tv pada kala itu. Fix gue ga suka dragon ball.
Oh iya gue juga ikut
kegiatan olimpade, jadi seperti kegiatan untuk menyaring siswa baru untuk
mengikuti Olimpiade Sains Kota (OSK). Sebagai anak IPA yang tertekan gue
akhirnya memilih olimpiade ekonomi. Ya gue benci banget di kelas IPA, rasanya
mau pindah. Tapi sayang gitu. Akhirnya gue bergabung dalam olimpiade Ekonomi
dan Club LCC 4 pilar.
Getaran Bumi
Gue juga pernah tuh kena
semprot beberapa kali sama Bu Siju (Guru Math Minat) dikarenakan : lupa
mengerjakan tugas dengan alasan dispen dan mengerjakan tugas biologi ditengah
pelajarannya.
“Silahkan keluarin
tugasnya, Ibu akan periksa”
“Uti emang ada tugas ?”
Tanya ku berbisik pada Putri
“Ada”
“Kapan ? kok gue ga tahu
kalau ada tugas ?”
“Minggu kemarin, mungkin
lo lagi dispen Dang”
Mampus gue, ga ngerjain
tugas. Otak ku langsung mencari seribu alasan
“Tugas kamu mana ?” Tanya
Bu Siju
“Belum bu, waktu itu saya
dispen”
“Ngga ada alasan, kamukan
bisa nanya keteman kamu kalau kamu ada tugas atau tidak saat kamu dispen”
....
“Sondang kamu lagi apa ?”
Tanya Bu Siju ditengah jam pelajarannya
“Nulis Biologi Bu”
Jawabku polos
“Kamu mau belajar
matematika atau biologi ?”
Aku langsung menutup buku
biologi ku.
.....
Kemarin Bu Dea baru saja
menerangkan tentang gempa bumi
Hari ini adalah pelajaran
Math Minat Bu Siju
“Uti gue ga keliatan, gue
pindah kedepan ya ?” Ujarku pada Putri
Aku duduk didepan bersama
Anisa.
“Dang kok pohonnya
gerak-gerak gitu ya ?” tanya Nisa
“Mmm... Ga akh” Aku
kembali fokus pada tulisan dan penjelasan Bu Siju
Caca pun datang
menghampiri kami dan duduk bersama. Sampai beberapa menit kemudian terasa
getaran
“Nisa kaki lo bisa diem
ga ?”
“Tapi kaki gue diem dang”
Aku melihat kebawah dan
“GEMPAAAAAAA” teriak
seseorang
Bu Siju langsung berlari
paling cepat dan sampai diluar kelas paling awal
Aku yang terjebak karena
kursi Caca menghamtar kaki ku dan menghalangi jalanku dan gue berhasil keluar
kelas paling akhir
“Ya si Sondang
ketinggalan” ujar Naufal sambil terkekeh
I HATE PHYSICS
Ulangan Harian Fisika
dimulai.
“Aduh lupa ini rumusnya”
gerutuku
Otak ku buntu saat itu,
dimana setelah pulang sekolah ini aku harus Sekolah Agama
Tak ingin berlarut dalam
salah satu ujian hidup ini gue jawab aja sebisa gue, ya setengah jalan lah.
Cuma gue tulis diketahui dan ditanyakan.
Hasil ujian pun
dibagikan, nilaiku sudah pasti remedial. 68 kira-kira waktu itu dengan tulisan
merah yang bertuliskan : Jawabannya mana ?
Haha Bu Shelly
mempertanyakan jawaban fisika ku. Malunya diriku.
Oh iya disemester 1, gue
benci banget sama yang namanya pelajaran FISIKA. Benci sebenci-bencinya.
Bayangin tugasnya nya banyak dan pelajarannya susah. Bayangin nilai UAS gue 20.
Betapa begonya gue. Rasanya saat itu aku ingin pindah ke kelas IPS tapi apalah
dayaku.
Disemester 1 aku
mendapatkan peringkat 5, dan hal ini membuatku sedikit kecewa. Selama SMP dulu
aku tak pernah mendapatkan peringkat 2 , selalu peringkat 1. Sampai Bosan
diriku ini. Namun aku menyadari saat itu SMP ku bukanlah SMP favorit,
persaingannya pun tidak sulit. Ya aku dengan mudah mendapatkan peringkat 1
meskipun saat itu aku memiliki segudang kegiatan disekolah.
Mungkin benar sebuah
kata-kata ini “Jangan pernah membenci
jika kau tak ingin mencintai. Benci dan Cinta itu beda tipis”
Suatu hari gue melihat postingan
anak-anak tim oimpiade fisika, betapa bahagianya gue saat mereka dapat medali.
Sebelumnya gue memang berteman dengan beberapa peserta OSN difacebook ku, namun
kali ini aku memberanikan diri untuk memfollow ig mereka, gue liat list peserta
OSN dan gue cari nama mereka di Ig, maklum saat itu aku sudah agak jarang
bermain facebook. Aku stalk mereka, gue liatin foto-foto medalinya gue jadiin
wallpaper laptop gue, dan ternyata mereka pada ngefollow back gue (beberapa).
Sumpah gue seneng banget. Demi apa gue bahagia banget sampai tidak bisa
diucapkan dengan kata-kata. Mereka pinter, ganteng uhh paket komplit bangetlah.
Oh iya gue juga pernah
ngechat melalui facebook salah satu anggota olimpiade fisika indonesia
inisialnya M G.
Aku : Kak, kakak waktu
itu dapat gold medal osn ya ?. Keren kak
M G : Cuma kebetulan aja
kok
Gais perkataan yang
sangat merendah sekali. Gue tanyain tuh tips and trik belajar. Dan asal lo tahu
dia emang gila belajar. Jadi gitu deh, habis belajar disekolah belajar lagi
dirumah. Kalau gue sih tepar kali.
Ya memang usaha tak
pernah mengkhianati hasil.
Saat disemester 2 aku
mulai mundur perlahan-lahan dari olimpiade ekonomi, dikarenakan beberapa hal termasuk
karena saya tidak bisa berbahasa inggris. Sedangkan soal-soal olimpiade ekonomi
didominasi penggunaan bahasa inggris, lebih baik aku mundur. Aku mundur dan
fokus ke LCT 4 Pilar.
Aku ingat hari itu kelas
ku IPA 7-9 sedang melakukan kunjungan ke BMKG. Namun pulang sekolah aku ada
latihan LCC 4 Pilar. Ya, mau ngga mau aku harus latihan. Niatku sih akan
membolos latihan tapi ngga jadi.
Saat aku kembali
kesekolah disekolah sudah cukup sepi, seluruh siswa sudah pulang.
“Teh Safira kita latihan
kan ?” Tanyaku kepada salah satu anggota LCC
“Iya latihan, kamu tunggu
dimasjid aja”
Setelah beberapa lama
menunggu akhirnya Eki datang
“Ki yang lain mana ?”
Tanya ku
“Engga tahu”
Beberapa saat kemudian
Teh Safira datang
“Yang lain mana ?”
“ Engga tahu Teh” jawabku
Akhirnya kami berlatih
(menghapalkan pasal-pasal dalam UUD 1945)
Hari itu habis hujan jadi
terlihat gelap sekali padahal jam baru menunjukkan pukul 17.00
Kamipun pulang. Aku
seperti biasa pulang dengan angkutan umum. Namun tidak dengan Eki, dia
mengendarai motor. Meskipun rumah ku searah, namun rasanya malu sekali meminta
tumpangan. Aku menunggu angkutan umum dihalte sekolah namun sepertinya tidak
ada yang lewat.
Eki mulai keluar dari
gerbang sekolah namun dia berhenti diluar gerbang tersebut.
Aku memandangnya. Lalu
dia memindahkan tasnya kearah depan.
“Mau bareng ga ?” tanya
nya
“Boleh ?”
Asikk... aku lalu
menghampiri Eki. Sesampainya dirumah orang tuaku malah menuduh yang
macam-macam.
“Kamu ini pulang sore,
pacaran aja” Hujat mereka
Seandainya mereka tahu
yang sebenarnya.
Pada akhirnya Tim LCC 4
Pilar kami gagal dalam perlombaan. Ya sudahlah kami sudah berjuang.
Semester 2 juga rasa
cintaku mulai tumbuh terhadap FISIKA. Nilai-nilaiku mulai membaik dan aku mulai
memperjuangkannya. Aku pernah mendapatkan nilai 0 saat ulangan harian fisika
disemester 2, hal ini membuatku sedih, tapi semua ini adalah kesalahku. Aku
memang tidak belajar waktu itu sampai akhirnya aku mendapatkan nilai telor
ceplok tersebut. Tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, aku belajar lebih
giat. Bahkan aku mendapatkan nilai 89 sewaktu UTS fisika, nilai yang cukup
tinggi (emang tertinggi sih ).
Disemester 2 semua lebih
membaik tak hanya nilai FISIKAku tapi juga peringkatku dikelas, aku mendapatkan
peringkat ke2. Cukup baik untuk seseorang yang hanya belajar mandiri tanpa
bimbel.
Libur semester ini
PERKANTAS Banten mengadakan acara Retreat Antar Sekolah khusus siswa SMA.
Beberasa siswa kristen disekolahku pun ikut termasuk aku. Ceweknya yang ikut
hanya aku dan Kak Lydia. Saat disana terdapat malam kesehatian, nan ada pensi
juga. Saat itu kami lagi diskusi tuh tentang pensi yang akan kami bawakan. Nah
tadinya disamping gue itu Kak Lydia, karena disamping gue itu Kak Lydia yaudah
gue nyandar aja kebahu dia. Sampai dimana
“Eh ini mendingan jangan
gini geh” ucap Kak Lydia memberi usul kepada Olo.
“Lah itu Kak Lydia lagi
ngomong sama Olo, terus ini disamping gue siapa ?” gumamku
Ternyata samping gue itu
si Nimrod, parah banget. Untung aja ngga ada yang nyadar kalau gue nyandar ke
si Nimrod.
Diawal tahun ajaran baru
Nimrod akhirnya memutuskan untuk pindah sekolah. Udah lama sih dia pengen
pindah.
Bullying
Semester 3 ku tidak
begitu baik. Kecintaanku pada FISIKA membuatku mendapatkan bullying dari
teman-temanku. Aku benci mereka yang mencontek, aku benci mereka yang
mendapatkan bocoran, aku benci mereka..... Aku benci.
Ulah beberapa teman
dikelas memang sudah keterlaluan. Mereka mencontek untuk mendapatkan nilai
bagus dan mereka juga mendapatkan bocoran soal.
“Dang tahu ga, tuh mereka
dapat bocoran soal dari kelas lain” Ujar Caca
“Bocoran soal maksud lo
?”
“Iya”
Gue belajar setengah
mampus tapi mereka dengan seenaknya malah dapat bocoran soal dan bikin contekan
atas jawaban tersebut. Aku mengadukannya kepada guru mata pelajaran tersebut
tapi guru tersebut tidak merespon.
Hal ini memang juga
salahku, aku berkoar tentang kebusukan mereka disosial media. Dan langsung saja
bullyan mendarat bagiku. Semua perkataan kasar dan menyakitkan.
Sebut saja R, dia mencaci
maki ku digrup kelas.
R : Kalau gitu kenapa
ngga pindah sekolah aja. Blaa...blaaa..blaaa
R : Songong amat baru
juga peringkat 2 belum peringkat 1. Di (Nama SI PERINGKAT 1) lo pindah sekolah
aja, biar puas dia. Mauan sekolah ditempat kaya gini.
D : Dia ngga tahu kali
gimana rasanya dikelas IPA 4 yang unggulan
Mereka Jahat dan aku tak
akan pernah melupakan hal itu.
Sampai beberapa hari
kemudian mereka tak hanya mengejekku dengan kata-kata ”sok pintar” tapi juga
menghina ku dengan kata Bau. Beberapa dari mereka mencoret tas ku dengan kata
tersebut. Rasanya bertubi-tubi bagiku. Tapi Tuhan memang tak pernah
meninggalkan mu sendiri, Tuhan memberiku teman-teman yang baik. Memberiku teman
yang selalu menyemangati dan membela ku.
Bullying itu tak hanya secara
fisik, verbal mu juga dapat membully orang lain.
(Aku tak kuat menceritakan bagian ini, sakit sekali bagiku)
Saat itu Pak Mahdiar guru
BK sedang membicarakan tentang perguruan tinggi dan jurusan.
“Iya, kamu mau masuk
universitas mana ? jurusan apa ?” tanya Pak Mahdiar kepada ku
“Aku mau ke ITB jurusan
Fisika”
“Kamu mau jadi apa ?”
“Aku mau jadi fisikawan”
Namun hal itu menjadi
topik baru untuk beberapa netizen (orang-orang yang membully ku)
“Apa mau ke ITB ?”
Ucapnya menyindirku
Saat itu nilai UTS Fisika
baru saja keluar, nilaiku memang buruk. Aku mendapatkan nilai 50. Dan salah
satu diantara netixen mendapatkan nilai 52. Hal ini menjadi topik baru untuk
membully ku
“Sombong sih, apaan tuh
nilainya 50. Masih tinggi juga nilai nya Au(Nama disamarkan)” ucap netizen
berinisial R
Aku hanya mendiamkan
perkataan itu, nyatanya nilai si R itu cuma sebelasan. Bayangin aja masih
gedean nomor absen gue dari pada nilai dia.
Aku sudah tidak kuat, aku
menceritakan kejadian ini kepada Bu Shelly (Guru Fisika kelas ku sewaktu kelas
10). Dia juga mendaptakan kasus dikarenakan beberapa ulah dari netizen ku ini.
“Dia dapat nilai 52 doang
? bangga amat. Sama-sama nilai 50. Kecuali dianya nilai 100 mah iya aja”
Tanggapan Bu Shelly membuatku sedikit tergelitik.
Benar juga kata Bu Shelly, cuma beda 2 tapi
sombongnya minta ampun.
Aku selalu percaya bahwa
usaha tidak akan membohongi hasil, Puji Tuhan aku mendapatkan peringkat 1
disemester 3. Pecapaian yang mebuatku terharu, semua ini anugerah bagiku. Tapi
aku tak boleh sombong, masih ada beberapa semester lagi yang harus ku tempuh
dan mempertahankan prestasi ini.
Sebelumnya, setelah
pembagian rapor rencana kami akan menonton pertandingan futsal antar kelas.
Saat itu aku sedang duduk diteras dekat kelasku bersama Sarah dan Nisa. Sampai
keluarlah orang tua siswi (An).
“Itu yang peringkat 1 si
Di kan ?” Tanya Ibu itu kepada anaknya
“Bukan, Di peringkat 2”
“Terus peringkat 1 nya
siapa ?”
“Itu “ Jawabnya sambil
menunjuk kearah ku
“Oh yang itu. Yang ngga
pake kerudung itu. Yang Kristen itu. Dia doang mah gampang” Ujar Ibu itu
meremahkanku
Lo mau ngeremehin gue ga
masalah tapi jangan bawa-bawa agama.
Ambisi
Aku mulai belajar
melupakan kejadian-kejadian buruk disemester lalu. Aku akan mulai fokus untuk
Olimpiade Fisika. Aku beberapa kali menanyakan pengalaman beberapa peserta
Olimpiade Sains Internasional untuk motivasi ku dalam mempersiapkan olimpiade
ini.
(Kejadian paling mengesankanterjadi di semester 3. Kejadian itu bikin gue seneng banget karena disemangatin
sama salah satu gold medal osn yang sekarang kuliah di NTU Singapura. Saat itu
gue bikin sg pelajaran matriks dengan caption : Fighting. Iam Tired. Terus dia
balas sw gue dengan : Semangat wkwkw. Aduh gue seneng banget dong, disemangatin
sama anak Olim dan wajah dia itu cute banget.)
Sekolah memberiku
kesempatan unuk ikut dalam Olimpiade Sains Kota. Aku belajar, bel buku,
belajar. Pokoknya perjuangan penuh. Namun H-2 kegiatan Olimpiade tersebut, aku
sakit cacar. Dan H+2 setelah lomba aku jatuh sakit dan masuk rumah sakit. Ini Sakit sekali, luka lamaku belum sembuh
lalu aku harus menerima kegagalan. OSK saja sudah gagal. Aku kecewa pada
diriku. Kejadian itu membuatku tidak masuk sekolah sekitar 1 bulan (2 minggu
dispensasi dan 2 minggu sakit, tapi untunglah saat aku sakit kelas 10 dan 11
diliburkan karena USBN.
Kesedihan memang masih
membekas tapi aku tidak ingin larut. Sampai aku akhirnya mengikuti kegiatan
seni yang diadakan oleh Kemdikbud yaitu Belajar Bersama Maestro (BBM), Aku
mendaftarkan kegiatan ini sendiri. Tidak ada kolektif dari sekolah seperti
anak-anak seni. Aku kan bukan anak ekskul seni, dan aku juga tidak percaya
diri. Aku ikut saja, lolos atau tidak tergantung nanti, Pikirku begitu. Dan
akhirnya aku lolos menajdi peserta BBM bersama Maestro Bapak Irwansyah Harahap.
Rasanya senang sekali. Dan pihak sekolah juga agak kikuk gitu, kok bisa bukan
anggota seni lolos kegiatan ini. Malah aku ditanya seperti ini
“Bakat kamu apa ?”
“Nyanyi pak”
“Emang suara kamu bagus?”
“Ya engga juga”
Please suara aku tuh
jelek. Sampai pemain musik untuk acara Ibadah UN aja bilang
“Gue ga mau main musik,
suara lo ngga ada yg masuk ke nada”
Oke Fine, aku memang
manusia hina.
Oh iya sebelum gue otw
medan untuk kegiatan BBM, gue pinjem gitar dulu sama temen gue namanya
Samuel. Orangnya ngeselin parah sih,
susah ngomong sama dia, jenis hp 2G. Jadi ceritanya gue kan mau balikin tuh
gitar karena gue dimedan selama 2 minggu dan takut tuh gitar rusak dapat adek
gue jadi gue balikin tuh gitar sebelum gue otw ke medan.
“Permisi ada sam ngga ?”
ujarku ke beberapa siswa dikelasnya
“ngga ada”
“Sam gue mau balikin
gitar, lo dimana ?” tanyaku melalui sambungan suara
“Dikelas”
“Ngga ada elo dikelas”
Telepon gue malah
dimatiin.
Gue balik kekelas gue,
gibah dulu habis itu balik lagi ngembaliin gitar.
(Cerita Ku selama
kegiatan Belajar Bersama Maestro bisa kalian baca diblogku)
Kelas 12
Semester 4 sudah berakhir
dan hasilnya cukup bagus sama seperti saat disemester 3. Tapi tetap saja aku
memiliki omongan tidak mengenakkan, orang tua si netizen R beranggapan bahwa
anaknya sering dibully disekoolah. Dia mempertanyakan hal ini kepada wali
kelasku Bu Isti, aku tahu hal ini dari teman ku Caca yang saat itu sedang membantu
Bu Isti membagikan Rapor.
Dalam hal ini dia
berbohong besar. Kan yang jadi pembully itu dia, kenapa jadi dia yang kena
bully. Cowok macam apa dia itu, mahir
bersilat lidah. Aku kasihan pada orang tuanya, orang tuanya begitu peduli tapi
dia malah berlaku demikian.
Sekarang aku mulai masuk disemester 5. Diawal
masuk semester ini aku bertemu dengan guu terdebes pokoknya, Bu Yutna namanya. Siapa
sih yang ngga kenal dengannya, semua isu tentang dirinya sudah terdengar sejak
aku kelas 10. Intinya gue pernah dimarahain sama Bu Yutna dan hampir dialpain.
Pernah juga disuruh berdiri didepan karena ngga bisa jawab pertanyaan dia. Mantaplah
dia mah.
Guru-guru kelas 12 memang
mengasikkan, ada Bu Devi yang Cuantik banget sampai bikin gue salah fokus, ada
Bu Hatri yang super perhatian, ada Pak Sukari yang asik, dan lain-lain. Guru Fisika ku saat ini sangat baik, Pak Asep
Solihin atau lebih dikenal dengan sapaan Pak Acol, aku memang cukup akrab
dengannya, orangnya tidak killer ya sans lah. Saat semester lalu dia menjadi
pembimbing olimpiade fisika bersama Bu Shelly. Pelajaran Fisika kelas 12
terdapat pembagian kelompok dan sialnya gue dapat kelompok sama Si R. Orang
yang udah segenap jiwa ngebully gue. Gila parah, Kesel gue. Gue dihujat karena
Fisika dan dikelompokkan karena Fisika. I HATE THIS.
Untuk penjelasan
bagaimana cara gue kalau memimpin. Gue ga ecek-ecek, profesional. Oh iya gue
bergabung dalam kepengurusan Persekutuan murid Kristen-Katolik (PMK) jadi
sejenis perkumpulan siswa kristen dan katolik gitu. Jabatan gue waktu itu
adalah Kordinator sekbid Ibadah Jumat, dan ketua nya itu Samuel, Seksi Doa itu
Nadya. Ya kelas 12 yang aktif hanya kami bertiga, dan yang ngga bisa diandalin
adalah cowok. Tahu ga sih gue paling males kalau ketua tuh ngga bisa ngambil
keputusan dan ngga tegas. Kerjaannya Cuma datang, liatin, mikir sambil bilang
“Hah... ? Heh. Hah.Heh” tanda ga paham. Target kerja terbengkalai dan omongan
hanya sebatas wacana. Sebagai manusia berhati nurani, kadang gue kasihan juga
sih sama dia karena sering gue omelin. Ditambah wakil dia itu ga jelas, ga
pernah datang rapat.
“Lo tuh ketua kerjaannya
apa ?” ujarku ketus
“Gue juga ga tahu kenapa
gue bisa dipilih jadi ketua” pernyataan polos tanpa spesifikasi
Ya kadang (sering sih) anggota
malah lebih kreatif dibandingkan pimpinan, lebih banyak bertindak, lebih on
time, lebih disiplin, kalau itu sih ngga masalah. Masalah yang ngga enak itu
kalau anggota malah yang membuat keputusan, itu rasanya ngga etis banget. Ya
kalau gue ketuanya sih, ngga bsia gitu ya. Semua harus dirembukkan dan
keputusan ada ditangan gue, baru dilanjutkan kepimpinan teratas.
Setelah kegiatan Belajar
Bersama Maestro waktu itu, aku mendaftarkan diri dalam kegiatan Parlemen
Remaja. Dan Puji Tuhan aku lolos.
(Cerita ku selama
Parlemen Remaja bisa dibaca diblogku)
Hari itu hari jumat,
sehari sebelumnya aku meminta Radella untuk ngeprint surat kegiatan Parlemen
Remaja milikku. Aku menulis lirik lagu yang akan kami nyanyikan saat ibadah
hari ini.
“Dang ini suratnya” ucap
radella
“makasih ya, Del Mc lo
udah kasih tahu kan”
“Iya”
Sam tiba-tiba masuk
“Gitar mana ?” tanya ku
“Ngga kebawa” Jawabnya
tanpa bersalah
Aku menatapnya dengan
penuh kekesalan
“Hehehe.... Sabar... Kan
habis lolos dpr” ucapnya sambil cengengesan
“Ngga ada hubungannya”
jawbku ketus
Oh iya disemester 5 gue
dapat kesempatan ikut lomba olimpiade fisika yang diadakan sama UGM dan
endingnya gue gagal lagi.
Semester itu manager kami
berulang tahun yang ke 18 dan ditraktir makan geprek. Oh iya sebelumnya si uti
nyumputin foto polaroid si Niel (gebetan halilah) terus halilah kesel gitu, pas
dia ultah baru si Uti balikin itu foto dan si halilah histeris ketika Niel
kembali ke pelukannya.
Disemester 5, pencapaian
gue cukup baik. Berhasil mempertahankan predikatku dikelas.
Saat semester 6 kira-kira
bulan Maret kelas ku sedang ujian praktik renang, aku yang tak memiliki pakaian
renang akhirnya meminjam pakaian renang kepada Nadya. Saat itu Aku,Sarah dan
Nisa hendak menuju kekantin. Setelah aku mengembalikan baju renang milik Nadya
kami pun berjalan menuju kantin. Namun tiba-tiba cowok yang guie suka lewat
bersama teman-teman nya. Sumpah gue itu menahan diri supaya salah tingkah.
“Uh... Doinya Sondang
lewat” Ujar Nisa kepada Sarah
Aku mempercepat langkahku
dan meninggalkan Sarah dan Nisa
“Bye.. bye Doinya Sondang”
ujar Nisa
Dan saat pengumuman
peringkat paralel disemester 6 untuk SNMPTN, Puji Tuhan aku dapat 5% perinfgkat
teratas. Dan berhasil lolos SNMPTN Universitas Diponegoro Jurusan Teknik
Elektro. (Bukan mau sombong, tapi gue Cuma mau ngasih tahu bahwa ketika kau
menabur kebaikan maka kau akan menuai hal yang baik)
Dear aku, siangkatan
corona. UN dihapus. jadi ngga bisa cerita bagaimana tentang UN
Btw gue pas ulang tahun senang banget karena ada seseorang yang spesial ngucapin ultah ke gue, yaitu salah satu anak olimpiade fisika yang sekarang kuliah di NTU. Sumpah gue seneng banget.
Tambahan
Oh iya sewaktu parja gue
foto sama cowo, terus si Sarah suka sama tuh cowo. Sampai ngesave foto gue sama si Asril, eh
keceplosan.
Si halilah mah setia
banget sama Niel, awkwk. Sok-sokan mau move on padahal ga bisa, karena gue
selalu ejekin Halilah istri Niel awkwkkw.
Kalau si Nisa, dia sedih
banget sih. Dia itu ditinggal nikah sama gebetan
Kalau Uti tiba-tiba pas
ultah gue, dia cerita kalau dia jadian sama mas mas rahasia (nama dirahasiakan
dari semua orang, termasuk gue).
Nah kalau gue sendiri
suka sama seseorang disekolah, tapi dia tahunya aku punya doi diluar negeri.
Hahaha, lagian orang waras mana sih yang mau sama gue.
(Cerita tentang 5 rebu saya
akan buat khusus)
Untuk orang yang gue suka
kenapa ngga gue sebutin soalnya ngga enak sama orangnya, udah punya pacar.
Muehehe lara ne hati iki.
Ada beberapa cerita yang
gue lupa asal-usulnya dan ada beberapa kenangan yang belum gue tulis.
Gue udah maafin
orang-orang atas aksi pembullyan terhadap diri gue tapi bagaimanapun ingatan
gue tentang hal itu belum sepenuhnya hilang. Gue cuma ingin ngga ada lagi kasus
bullying dan kasus nyontek mencontek.
Gue tegasin, kalau gue
emang seneng banget punya temen-temen (meskipun disosmed) yang mengharumkan
nama bangsa dan gue bahagia karena punya temen yang selalu nyemangatin gue
serta mau mendengarkan cerita gue, akhh pokonya you all the best. See you the next time.
Komentar
Posting Komentar