Jelajah Energi Terbarukan Jawa Tengah : Transisi Energi Bersama Rakyat
“Jelajah Energi Terbarukan Jawa Tengah : Transisi Energi Bersama Rakyat” adalah program promosi dan publikasi pemanfaatan potensi Energi Terbarukan yang dilaksanakan oleh Dinas ESDM Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Institute of Essential Services Reform (IESR). Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ini, diikuti oleh jurnalis, akademisi dan mahasiswa.
Jawa Tengah menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 21% pada tahun
2025, dan hingga tahun 2021 bauran energi terbarukan Jawa Tengah mencapai 13,38%
yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya, hidro, panas bumi, sampah,
serta pemanfaatan energi non-listrik seperti biodiesel, biogas, biomasa dan gas
rawa (biogenic shallow gas).
Pengembangan energi terbarukan di Jawa Tengah tidak terlepas dari peran
pihak-pihak non-pemerintah seperti swasta dan masyarakat. Di Jawa Tno00engah
sendiri terdapat beberapa desa yang berperan dalam pemanfaatan energi
terbarukan, antara lain :
- Desa
Kaliurip, Banyumas merupakan salah satu desa yang terdapat Pompa Air bertenaga
surya yang terdiri dari 4 string panel surya dengan kapasitas 44 kWp. Terdapat 2 pompa air didesa ini yang digunakan warga untuk proses pengairan
lahan.
- Desa
karangtengah, Banyumas adalah salah satu desa yang memiliki Pembangkit
Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan kapasitas 15 kW yang digunakan
untuk keperluan rumah tangga dan kegiatan perekonomian. PLTMH
memiliki prinsip memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah air yang jatuh
(debit) perdetik yang ada pada saluran air/air terjun. Energi ini
selanjutnya menggerakkan turbin, kemudian turbin kita hubungkan dengan
generator untuk menghasilkan listrik.
- Desa
Bantar, Banjarnegara dianugerahi potensi Biogenic
Shallow Gas (gas rawa) yang dimanfaaatkan sebagai pengganti LPG.
Dengan pipa pengalir gas sepanjang 600 meter, gas rawa ini dimanfaatkan
100 kepala keluarga dari 809 kepala keluarga yang terdapat didesa
tersebut.
- Sentra ukir relief desa senenan, Jepara adalah salah satu desa UMKM yang mendapatkan bantuan pemulihan ekonomi hijau dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa panel surya dengan kapasitas 20kWp untuk 8 UMKM. Panel Surya yang ada berfungsi untuk membantu supply listrik untuk para UMKM.
- Desa
Samirono, Kab. Semarang adalah desa yang terkenal akan pembudidayaan
ternak, dimana limbah kotoran ternak dimanfaatkan untuk menghasilkan
Biogas yang digunakan untuk mengganti LPG, selain itu produk lain dari
biogas yaitu slurry dimanfaatkan sebagai pupuk.
Pada bidang Industri terdapat beberapa perusahaan yang memanfaatkan
energi terbarukan, baik sebagai bahan bakar maupun mensuplai pasokan listrik,
seperti :
- PT Solusi
Bangun Indonesia, Cilacap adalah salah satu industri yang memanfaatkan
refuse derived fuel (RDF) dalam pengolahan sampah di tempat pembuangan
akhir Jeruklegi, dengan sampah domestik yang diolah sekitar 120 ton akan
menghasilkan 60 ton RDF. Teknologi Refuse Derived Fuel merupakan
suatu teknologi pengolahan sampah, dimana sampah-sampah
tersebut akan diproses menjadi ukuran yang kecil sekitar 100mm. Nantinya
RDF ini digunakan sebagai bahan bakar untuk produksi pembuatan semen.
- PT Pertamina RU IV Cilacap adalah salah satu BUMN yang memiliki program green refinery dengan mengembangkan bahan bakar berupa green avtur, green gasoline dan green diesel yang digunakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain itu, PT Pertamina RU IV Cilacap juga menggunakan PLTS atap berkapasitas 1,34 MWp, yang mampu menyuplai 13% kebutuhan PT Pertamina RU IV. Sistem yang digunakan pada PLTS yang terdapat di PT Pertamina RU IV Cilacap adalah sistem on-grid. Sistem on-grid merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung /terinterkoneksi dengan jaringan PLN (Grid). PLTS on-grid ini tidak memiliki baterai, jadi hanya berfungsi ketika terdapat sinar matahari dengan tujuan utamanya adalah mengurangi penggunaan listrik dari PLN untuk penghematan tagihan listrik dan transisi energi.
- Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi Dieng dikelola oleh PT. Geo Dipa Energi.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ini memiliki dua unit power plant
yaitu Dieng unit I berkapasitas 60 MW dan unit small scale dieng sebesar
10 MW.
Cara Kerja Pembangkit Litrik Tenaga Panas Bumi :
1. Uap
di-supply dari sumur produksi melalui sistem transmisi uap yang
kemudian masuk ke dalam Steam Receiving Header sebagai media
pengumpul uap. Steam Receiving Header dilengkapi dengan Rupture Disc yang
berfungsi sebagai pengaman terakhir unit .Bila terjadi tekanan berlebih (over
pressure) di dalam Steam Receiving maka uap akan dibuang
melalui Vent Structure.Vent Structure berfungsi untuk warming-up di pipe
line ketika akan start unit dan sebagai katup pengaman yang akan
membuang tekanan bila sudden trip terjadi.
2. Dari Steam
Receiving Header uap kemudian dialirkan ke Separator (Cyclone Type)
yang berfungsi untuk memisahkan uap (pure steam) dari benda-benda asing
seperti partikel berat yaitu sodium, potasium, kalsium, silika, boron, amonia,
fluor.
3. Kemudian
uap masuk ke Demister yang berfungsi untuk memisahkan moisture yang terkandung
dalam uap, sehingga diharapkan uap bersih yang akan masuk ke dalam Turbin.
4. Uap
masuk ke dalam Turbin sehingga terjadi konversi energi dari Energi Kalor yang
terkandung dalam uap menjadi Energi Kinetik yang diterima oleh sudu-sudu
Turbin. Turbin yang dikopel dengan generator akan menyebabkan generatkut
berputar saat turbin berputar sehingga terjadi konversi dari Energi Kinetik
menjadi Energi Mekanik.
5. Generator
berputar menghasilkan Energi Listrik (Electricity)
6. Exhaust
Steam (uap bekas) dari Turbin dikondensasikan di dalam kondensor
dengan sistem Jet Spray (Direct Contact Condensor).
7. NCG
(Non Condensable Gas) yang masuk kedalam Condensor dihisap oleh First
Ejector kemudian masuk ke Intercondensor sebagai media pendingin dan penangkap
NCG. Setelah dari Intercondensor, NCG dihisap lagi oleh Second Ejector masuk ke
dalam Aftercondensor sebagai media pendingin dan kemudian dibuang ke atmosfir
melalui Cooling Tower.
8. Dari
Condensor air hasil condensasi dialirkan oleh Main Cooling Water Pump masuk ke
Cooling Tower. Selanjutnya air hasil pendinginan dari Cooling Tower uap kering
disirkulasikan kembali ke dalam Condensor sebagai media pendingin.
9. Primary
Cooling System disamping sebagai pendingin Secondary Cooling System juga
mengisi air pendingin ke Intercondensor dan Aftercondensor.
10. Overflow
dari Cold Basin Cooling Tower akan ditampung untuk kepentingan Reinjection
Pump.
11. River
Make-Up Pump beroperasi hanya saat akan mengisi Basin Cooling Tower.
- Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati memiliki kapasitas 2600-2800 MW yang berkontribusi pada sistem kelistrikan Jawa-Bali sebesar 10%. PLTU ini menghabiskan 24 ton batubara perhari untuk keperluan PLTU. Selain itu limbah pembakaran batubara yaitu FABA (fly ash, bottom ash) digunakan sebagai bahan campuran industri semen, paving block dan batako. Selain itu PLTU Tanjung Jati juga memiliki 4 panel surya diarea gedung edukasi.
Komentar
Posting Komentar