Essai Belajar Bersama Maestro 2019

ESSAI BELAJAR BERSAMA MAESTRO

Nama saya Ratu Sondang Elishabet Sidauruk, biasa dipanggil Elishabet saya lahir di Serang, 17 April 2002. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan dikelas 11 MIPA SMA Negeri 2 Kota Serang. Jarak rumah dan sekolahku sekitar 1 KM. Ayah saya bekerja sebagai wiraswasta dan ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saya memiliki 2 adik. Saya ditinggal di linkungan nancang, kelurahan tembong, kecamatan cipocok jaya kota Serang provinsi Banten. Kota Serang adalah ibukota provinsi Banten. Lingkungan kota Serang adalah lingkungan perkantoran dimana tidak jauh dari tempat tinggal saya adalah kawasan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten atau masyarakat menyebutnya dengan singkatan KP3B dan kantor Gubernur yang terletak dekat dengan Alun-alun Kota Serang, sekitar 14 KM dari rumahku. Meskipun termasuk perkotaan yang identik dengan wilayah yang jarang sekali perkebunan, namun dilingkunganku tidak seperti itu, rumahku berada dipinggir jalan dan tak jauh dari rumahku masih ada sawah dan perkebunan masyarakat, termasuk kebun milik ayahku. Meskipun kebun ayah tidak bergitu luas namun dia senang karena bisa menyalurkan hobi bercocok tanamnya. Sekitar 6 KM dari rumahku terdapat situs banten girang. Situs banten girang adalah peninggalan kerajaan Sunda yang pernah ada antara tahun 932 dan 1030 Masehi. Tahun 1526 kerajaan Demak merebut pelabuhan Banten dan Banten Girang, dibantu Gunung Jati, Hasanuddin dan Ki Jongjo. Hasanuddin naik tahta, menggantikan raja yang dalam sumber Portugis dipanggil "Sanghyang" dan baru meninggal. Peristiwa ini merupakan pendirian kerajaan Banten. Hasanuddin memindahkan pusat kerajaan dari Banteng Girang ke pelabuhan Banten. Namun sampai akhir abad ke-17 Banten Girang masih dipakai sebagai tempat istirahat raja. Didekat situs banten girang terdapat sungai yang dahulu digunakan untuk jalur perdagangan. Saya bangga bisa dilahir di provinsi Banten yang mempunyai banyak kesenian dan mempunyai banyak objek wisata alam nan indah seperti pantai carita, pantai anyer,tanjung lesung, sawarna, kampung baduy, gunung karang dan taman nasional ujung kulon yang terkenal dengan badaknya serta masih banyak lagi. Selain objek wisata alam terdapat pula objek wisata bersejarah seperti masjid agung banten, istana keraton kaibon, benteng surosowan, tasik kardi, benteng spellwijk, vihara avalokitesvara, situs banten girang dan masih banyak lagi. Selain itu banten juga memiliki makanan khas yaitu sate bandeng, rabeg banten, pecak bandeng, kue gipang, emping dan masih banyak lagi makan khas banten yang menggugah selera.
Kesenian khas daerah Banten yang terkenal adalah debus dan rampak bedug, kalian pasti pernah mendengar kesenian debus ataupun rampak bedug. Debus adalah atraksi pertunjukan kesenian beladiri yang mempertunjukkan kemampuan yang luar biasa. Sedangkan Rampak Beduk adalah sebuah kesenian memainkan alat musik bedug. Tak hanya keseniannya saja Banten juga memiliki alat musik yaitu angklung buhun, angklung gubrag dan bendrong lesung serta dogdog lojor. Angklung buhun adalah alat musik khas masyarakat baduy yang bertempat tinggal didaerah  Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Angklung buhun dalam bahasa sunda yang berarti angklung tua atau angklung kuno. Angklung buhun telah ada sejak nratusan tahun yang lalu. Angklung buhun digunakan oleh masyrakat baduy sebagai pengiring ritual dan sebagai indentitas masyrakat baduy. Kesenian ini dianggap penting karema memiliki makna penting dalam mempertahankan eksistensi masyarakat baduy. Sedangkan,Bendrong Lesung adalah kesenian tradisional yang menggunakan lesung dan alu sebagai property pertunjukannya. Lesung dan alu yaitu alat penumbuk padi tradisional yang terbuat dari kayu. Kesenian ini merupakan salah satu kesenian tradisional dari daerah Cilegon, Banten. Kesenian bedrong lesung ini menggambarkan tentang kegembiraan dan suka cita masyarakat dalam menyambut musim panen mereka.Dogdog Lojor adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari daerah Banten Selatan. Alat musik satu ini memiliki bentuk seperti bedug, hanya saja memiliki bentuk yang lebih kecil dan memanjang. Dogdog Lojor ini biasanya digunakan untuk mengiringi berbagai acara adat seperti seren taun, ruwatan dan lain-lain. Adapun kesenian yang jarang sekali orang tahu, yaitu Kesenian Buaya Putih. Kesenian Buaya Putih  berasal dari Padarincang, sebuah kecamatan di Kabupaten Serang. Kesenian ini merupakan seni pertunjukan saat acara hajatan atau syukuran, terutama saat pernikahan. Kesenian buaya putih menjadi bagian tidak terpisahkan pada tradisi seserahan atau upacara tanda ikatan kekeluargaan kedua calon pengantin.Iring-iringan keluarga pengantin pria diiringi oleh alunan musik, nyanyian, serta tari-tarian. Pusat arak-arakan ini, berada di bagian paling depan, adalah sebuah replika buaya putih. Replika buaya putih inilah asal-muasal nama kesenian ini. Untuk kesenian dalam bidang tarinya sendiri, Banten memiliki tari cokek. Tari Cokekadalah seni pertunjukan yang berkembang pada abad ke 19 M di Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Tarian khas Tangerang ini diwarnai budaya etnik Cina. Penarinya mengenakan kebaya yang disebut cokek.
Ditempat tinggal saya banyak terdapat sanggar kesenian untuk sanggar yang pernah ikuti adalah sanggar tari Ratu Ansera. Saya sempat berlatih seni tari disana selama sekitar +2 bulan untuk kegiatan pertunjukan sekolah. Saya sangat menyukai kesenian dibidang musik, bagi saya musik membawa perasaan tersendiri bagi saya, dan musik mempengaruhi perasaan saya. Musik juga membantu saya dalam belajar. Saya senang jika saat saya belajar ditemani musik. Selain seni musik saya juga menyukai seni teater, saya sangat suka jika seni musik digabungkan dengan seni teater seperti pada drama musikal. Dibidang musik saya suka berbanyanyi sebenarnya saya juga ingin bisa memainkan alatmusik, tapi ada beberapa kendala yang membuat saya hanya bisa memainkan beberapa jenis alat musik seperti pianika,rekorder dan angklung. Keterlibatan saya dalam aktivitas kesenian musik disekolah mungkin kurang saat SMA ini, saya hanya belajar alat musik digereja ataupun saat pelajaran seni budaya dan keterampilan.  Saya tidak pernah ikut perlombaan kesenian apapun ditingkat kota sejak saya SD sampai sekarang, saya hanya mengikuti perlombaan yang diadakan  digereja ataupun lomba tingkat sekolah saja serta keterlibatan dalam pertunjukan pementasan sekolah,untuk pertunjukan pementasan sekolah saya dan teman-teman saya pernah menampilkan band,tari dan teater. Saya pernah selama beberapa bulat latihan disanggar tari untuk persiapan pementasan sekolah. Dan puji Tuhan pementasan kami berjalan baik dan lancar.
Aktivitas saya dibidang seni adalah sebagai anggota paduan suara sewaktu SMP dan anggota paduan suara Gereja. Jenis suara saya adalah suara sopran. Saya juga pernah mengikuti ekstrakulikuler seni teater sewaktu SMP. Saya juga pernah menjadi song leader saat kegiatan Ibadah UN SMA Negeri 2 kota Serang yang bertempat di GSJA. Sering mengikuti kegiatan lomba seni tingkat sekolah. Pernah tampil vocal grup diacara bona taon (pesta tahun baruan ala batak) pernah tampil vocal solo maupun vocal grup diacara natal di gereja. Saya suka beryanyi dengan suara seriosa. Jenis lagu yanga saya suka adalah lagu klasik dan pop. Saya bisa menerjemahkan lagu berbahasa Indonesia dalam bahasa batak toba dan sebaliknya. 
Untuk apresiasi seni sendiri saat saya datang keacara-acara seperti pernikahan, acara tahun baruan, natal, pentas seni sekolah atau acara yang terselip pertunjukkan seni. Saya tidak hanya datang, duduk lalu pulang tanpa menikmati kesenian yang ada. Saya berusaha menikmati,menilai dan menghargai kesenian yang terdapat dalam acara tersebut.  Seperti hanyapengertian apresiasi, “Apresiasi seni ialah penilaian terhadap karya seni mulai dari mengenali, memberi nilai, hingga menghargai”.Jadi saat saya datang keacara yang terselip pertunjukkan seni secara tak langsung saya sedang mengapresiasi seni. Karena bagisaya mengapresiasi seni tak harus karena tuntuntan tugas dan ditemoat-tempat khusus pertunjukan seni, dimanapun tempatnya kita bisa mengapresiasi seni yang terdapat didalamnya. Saya dan  teman-teman sekolahku juga pernah diundang untuk menyaksikan drama yang dibawakan oleh teater kain hitam, setelah menyaksikan pertunjukan drama yang dibawakan oleh kakak-kakak teater kain hitam kami diberi tugas perkelompok oleh guru seni budaya kami untuk mengapresiasi dan juga membuat pementasan drama.
Untuk kendala menekuni kesenian yang saya sukai adalah masalah fasilitas, biaya, waktu dan orang tua. Hobi saya adalah bernyanyi.Saya ingin sekali bisa memainkan alat musik seperti piano ataupun biola.Namun saya tidak memiliki fasilitas untuk bermain alat musik,saya tidak memiliki alat musik tersebut, saya hanya memiliki alat musik pianika saja untuk recordedan angklung saya bisa memainkannya karena pernah dilatih oleh guru saya sewaktu SD, dan menurut saya memainkan ketiga alat musik itu cukup mudah. Bukannya saya tidak ingin membeli alat musik seperti bioal, piano atau alat musik lainnya, hanya saja harga alat musik itu cukup mahal bagi saya. Keluarga saya bukan orang yang mampu untuk membeli alat musik, dan juga tidak ada darah seni dalam keluarga saya. Ibu saya membelikan pianika saya duduk dibangku kelas 6 SD, saat itu saya merengek minta dibelikan alat musik untuk ujian praktek seni budaya. Saat saya di SMP dan SMA saya sempat mengikuti ekstrakulikuler paduan suara hanya saja waktu terlalu sempit, dan orang tua saya yang kurang setuju untuk kegiatan yang menghabiskan waktu belajar dan waktu keluarga. Karena orangtua saya tahu, ekstrakulikuler tersebut menyita banyak waktu saya, seperti jika kebanyakan disepensasi orang tua saya khawatir saya ketinggalan mata pelajaran sekolah, dan jika latihan diluar jam sekolah atau latihan dihari libur cukup sulit bagi saya untuk membagi waktu untuk keluarga, untuk tugas dan untuk waktu latihan. 
Untuk prestasi dan pencapaian dibidang seni saya belum punya prestasi lebih.Saya hanya pernah menjadi juara 2 vocal solo pada kegiatan classmeeting yang diadakan osis sewaktu aku  duduk dibangku SMP. Mungkin dibidang musik masih banyak yang lebih hebat dibandingkan saya dan mungkin saya belum punya peluang untuk saat ini, tapi saya yakin peluang itu akan datang suatu saat nanti, tinggal bagaimana saya berlatih, berusaha dan berdoa untuk mencapai peluang tersebut. Tapi saya tetap senang karena saya pernah berpartisipasi dalam kegiatan seni di gereja maupun kegiatan di sekolah. Bagi saya keikutsertaan saya dalam kegiatan seni sekecil apapun itu adalah pengalaman. Jika sebuah barang dapat dibeli tapi pengalaman tidak bisa seseorang dibeli. Dan semoga ketika saya terpilih mengikuti Program Belajar Bersama Maestro saya dapat membawa pulang pengalaman dan ilmu.
Maestro yang saya kagumi adalah kakak Addie Muljadi Sumaatmadja atau dikenal sebagai Addie MS yang lahir di Jakarta 7 Oktober 1959.Addie MS adalah seorang Seniman Musik yang dikenal sebagai konduktorsekaligus pianis, pencipta lagu, komponis, arranger, dan produser musik.  Indonesia yang karyanya didengar hingga dunia International. Kak Addie juga memproduksi album Vina Panduwinata, Citra Pesona (Charm Image) dan pada tahun 1984 ia didekati oleh Chrisye, salah satu idolanya, dan diminta untuk memproduksi album Chrisye. Saya kagum kepada kak Addie MS juga karena dia termasuk dalam pendiri Twilite Orchestra. Twilite Orchestra  merupakan salah satu kelompok musik simfoni Indonesia yang sampai sekarang masih aktif berkiprah dan paling lama bertahan dengan kegiatan yang berkelanjutan. Twillite Orchestra juga memiliki tujuan untuk mengembangkan musik simfoni di Indonesia.Saya menyukai orkestra karena menurut saya ketika para pemain orkestra bermain irama alat musik saling bersatu ditambah suara merdu dari anggota paduan suara yang menambah lengkap keseistimewaan sebuah orkestra. Tak hanya orchestra saya juga menyukai marching band.Saya belum pernah menyaksikan orkestra secara langsung, hanya dari televisi ataupun video orkestra yang tersebar di youtube. Dari media itu saya pemain orkestra sudah membuatku takjub apalagi jika saya menyaksikan secara langsung. Penghargaan yang diterima kak Addie Ms juga banyak, sepertiPenghargaan Festival Film Bandung kategori musik terbaik dalam film biola tak berdawai ditahun 2004,Indonesian Choice Award untuk Lifetime Achievementditahun 2015,  Golden Trophy BASF Awards sebagai penata musik terbaik, Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni 2017 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendi. Penghargaanyang pernah kak Addie Ms unggah diakun media sosial miliknya dan video di akun youtube BBM kemdikbud. Pada kegiatan Asian Games 2018 kemarin, kak Addie juga turut berpartisipasi dalam bagian musik dikegiatan Asian games. Saat saya membaca biografi kak Addie MS disuatu blog, menurut saya kisah hidup kak Addie MS sangat inspiratif. Satu point yang sangat memotivasi saya dari biografi kak Addie MS adalah ketika kak Addie memutuskan untuk berkarier musik namun ayahnya tidak menyetujuinya sampai hanya dia yang menolak uang saku karena ingin membuktikan bahwa musik bisa menghidupi dirinya.Sampai akhirnya dia bisa menjadi maestro yang karyanya sudah terkenal ke kancah internasional.Point itu adalah salah satu point yang saya renungkan, karena saya sedang dalam keadaan tersebut. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa menjadi seperti kak Addie MS yang bisa sukses dengan kerja keras nya. Tak hanya saya yang terinspirasi oleh perjalanan hidup kak Addie MS, salah satu penggemarnyapun sampai membuat buku biografi kak Addie MS. Berarti tak hanya saya yang termotivasi dengan perjalanan hidup kak Addie MS.
Selain kagum dengan kak Addie MS saya juga kagum dengan maestro Irwansyah Harahap. Kak Irwansyah Harahap adalah seorang seniman dan  composer. kak Irwansyah Harahap memiliki banyak karya seperti  kompilasi karya musik yang belum diterbitkan (unpublished album) adalah: “Gambus Solo: I One” (2004) berupa kompilasi 9 karya musik gambus solo; Album “Gambus Hati“ (2006); berupa kompilasi 7 karya komposisi lagu;  ; Album “Born” (2007); berupa kompilasi 7 lagu yang ditampilkan dalam konser musik Suarasama “Melintas Bunyi” (Hibah Kelola 2007); “Beauty of Silence” (2008); sebuah album single untuk karya musik gambus kontemporer; Album “Pointe of No Return” (2010); berupa 9 karya musik sintesis alat musik akustis dan computer music untuk acara pertunjukan ballet-music performance“Pointe of No Return” (Namarina 2010) dan sebagian karya musiknya telah diterbitkan dan diproduksi di tingkat internasional dan nasional; album “Fajar di Atas Awan” (Radio France Internationale France 1998, DragCity Chicago 2008); Album “Rites of Passages“ (Suarasama Indonesia 2002; Suarasama New Zealand 2009); Album “Lebah” (Suarasama Indonesia 2008); dan Album “Timeline” (SpaceRecord Indonesia 2013). Karya-karya musik Irwansyah Harahap pada dasarnya mencerminkan akar kebudayaan dan kearifan lokal di mana ia tumbuh (Melayu, Batak, dan Nusantara) serta pengaruh dari pengalaman studi  ethnomusicology yang digelutinya. karya-karya tersebut membuatnya memperoleh banyak  penghargaan seperti album “Fajar di Atas Awan” (DragCity, Chicago USA 2008), dimana terdapat lagu “Fajar di Atas Awan,” dan “Lebah” telah dinobatkan menjadi Best World Music Album of the Year” oleh San Francisco Chronicle USA; dan salah satu dari sepuluh “Best World Music Album of the Year by Un Cut Magazine,” London; dan salah satu dari “10 Best Album of October, 2008” oleh Global Rhythm Magazine, USA. Komposisi “Timeline,” telah ditampilkan di forum festival musik di Philippines (2010) dan New Zealand (2009). Karya komposisi “Journey” telah ditampilkan pada forum festival “Asian Composers League (Solo 1999 dan Wellington New Zealand 2007).
Album “Timeline” (SpaceRecord 2013) juga telah mendapat review dari “Un Cut Magazine” UK. Lagu “Kita Berbagi (We Share)” telah dipakai menjadi tema penutup film etnografi “COMMON SOUNDS” Exploring the Contribution of Music and the Arts in Fostering Sustainable Peacebuilding Among Muslims and Christians,” @Fuller Theological Seminary, USA 2013. Saya kagum dengan karya dan prestasi beliau yang membawa nam indonesia ke kancah dunia internasional. Kak Irwansyah dan temannya juga membentuk kelompok musik Mataniari, yang secara khusus menyajikan musik tradisi Batak. Kelompok yang melibatkan maestro pemusik tradisi Batak ini juga berhasil menarik perhatian dunia. salah satu kebanggan karena dapat membawa musik batak ke dunia Internasional dan saya berharap banyak generasi muda yang dapat membawa kesenian yang ada di indonesia ke dunia Internasional. Saya ingin belajar lebih tentang musik batak oleh ahlinya. Saya yang menyukai orchestra tak menyangka jika alat musik gondang dapat dipadukan dengan alat musik ockestra. Hasil perpaduan alat musik tersebutpun menghasilkan perpaduan musik yang bagus. Saya ingin belajar musik tradisional batak digabung dengan alat musik orchestra seperti kelompok musik Mataniari yang pernah tampil dengan orchestra asal luar negeri. Sebagai keturunan batak bagi saya sangat bangga jika bisa membawakan musik batak kekancah internasional. Pertunjukan yang didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI ini mereka gelar di kota Balige, Laguboti (Kabupaten Tobasa), di Desa Bakkara (Kabupaten Humbahas), serta di Desa Sianjur Mula-mula, Lumban Suhi-Suhi, Sigulati (Kabupaten Samosir), dan di Jakarta. Vinculos sendiri sebuah inisiatif dari Siero Chamber Orchestra (OCAS) Spanyol yang mengampanyekan integrasi sosial dan budaya melalui musik. salah satu buku kak Irwansyah adalah Hata Ni Debata Etnografi Kebudayaan Spiritual Musikal Parmalim Batak Toba  yang membuat pembaca tidak hanya mengerti tradisi gondang dari keilmuan musik, tetapi juga memahami sejarah dan dinamika perkembangan musik gondang pada kebudayaan dan spiritual masyarakat Parmalin. Hata Ni Debata memiliki arti kata Tuhan. Sedangkan masyarakat parmalim sendiri adalah agama batak asli sebelum datangnya agama lain. Untuk kepercayaan ini masih eksis sampai sekarang terutama di daerah tuktuk,Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara, juga di daerah lain seperti Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Tengah. Tidak ada data pasti yang menyebutkan berapa banyak jumlah pengikut dari Parmalim ini. Namun pada dasarnya, pengikut aliran ini hampir semuanya berdomisili di provinsi Sumatra Utara. 
.
Alasan kenapa saya berminat ikut program Belajar Bersama Maestro. Awalnya saya tahu program Belajar Bersama Maestro itu dari Instagram kakak kelas saya. Awalnya sih tidak langsung tertarik karena belum tahu itu program seperti apa. Saya kira itu hanya program belajar online, kalau belajar secara online bagi saya kurang bisa karena tidak terlalu efektif. Saya adalah orang yang sulit untuk belajar secara online, karena belajar online itu banyak sekali godaannya seperti games online dan sosial media. Lalu beberapa hari kemudian saya sering menemukam postingan brosur program Belajar Bersama Maestro di info perlombaan, lama kelamaan sayamenjadi penasaran dengan program tersebut. Lalu saya cari tahu apa itu program Belajar Bersama Maestro, saya mencari tahu apa itu Program Belajar Bersama Maestro diweb bbm.kemdikbud.go.id yang tertera pada brosur di instagram.Ternyata program Belajar Bersama Maestro adalah program dimana para maestro langsung yang membimbing dan mengajarkan seni tersebut. Wah seperti nya seru jika diajarkan langsung oleh ahlinya. Saya lanjut membaca pdf tentang petunjuk teknis pelaksanaan program Belajar Bersama Maestro dimana latar belakang program Belajar Bersama Maestro adalah untuk memfasilitasi pembinaan seni kepada peserta didik, mungkin secara material saya tidak punya fasilitas yang memadai untuk mengeklesplor diri saya dalam bidang musik, tetapi dengan adanya program Belajar Bersama Maestro ini saya harap jika saya terpilih dan ikut, saya bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang dapat saya dibagikan kepada orang lain. Karena berbagi ilmu itu indah.
Karya kakak Addie MS yang saya kagumi adalah album Simfoni Negeriku dan beliau juga menciptakan Mars TNI, Himne TNI, dan Mars Polri. Album simfoni negeriku berisi lagu-lagu wajib nasional Indonesia yang dibawakan secara orkestra. Dan saya juga kagum ketika saya tahu kak Addie MS lah yang menciptakan Mars TNI, Himne TNI dan Mars Polri. Menghargai suatu karya orang adalah suatu keharusan. Apalagi jika karya tersebut berhasil membuat kebaikan tercipta dan menjadi lambang idealisme ditengah masyarakat.Karya sekecil apapun patut di apresiasi. Apalagi jika sudah punya Good Will dan menjadi asset bangsa.Saya juga terinspirasi dari beliau yangmendirikan Twilite Orchestra yang bertujuan untuk mengembangkan musik simfoni di Indonesia.Saya berharap semoga tujuan Twilite Orchestra dapat terwujud demi musik simfoni Indonesia yang terkenal sampai ke kancah internasional.
Karya musik batak ciptaan kak Irwansyah harahap sangat mengispirasi bagi saya, saya yang tak menyangka musik khas batak dapat masuk kekdunia internasional. Lagu dan musik batak yang ada di akun youtube Rumah Musik Suarasama. Musik tradisional batak yang digabungkan dengan alamat musik orketra dan musik batak yang tampil disunia internasional membuat saya kagum sekali. Saya menyukai karya musik batak kak Irwansyah Harahap. Semoga saya bisa beljar bersama kak Irwansyah Harahap dan dapat ikut melestarikan dan dapat membawa musik batak kekancah internasional seperti kak Irwansyah Harahap.
Kesimpulan nya adalah saya ingin mengeksplor diri saya dan saya ingin belajar langsung dari maestro kak Addie MS. Saya berharap sekali terpilih menjadi peserta program Belajar Bersama Maestro 2019. Saya memilih kak Addie MS sebagai maestro yang saya kagumi adalah karena prestasinya, perjalanan hidupnya dan karena saya menyukai lagu yang dimainkan secara orkestra atau ansambel. Sedangkan saya memilih kak Irwansyah Harahap karena karya musik batak nya yang membuat saya bangga sebagai keturunan batak dan saya ingin melestarikan kebudayaan yang melekat erat dalam kehidupan dikeluarga saya. Saya ingin musik musik batak menjadi musik yang terpandang. Tak hanya musik batak saja tari tor-tor dan adat istiadat khas batak yang unik harus diperkenalkan pada semua orang.
Mungkin sekian essai yang saya dapat tulis, saya tahu saya adalah orang yang belum mampu mengembangkan potensi dan talenta yang telah Tuhan berikan kepada saya, mungkin fasilitas bukanlah suatu penghalang untuk kita terus berkarya dalam seni. Akhir kata saya mohon maaf bila ada kesalahan kata ataupun kata-kata yang kurang berkenan. Sekian dari saya Terimakasih.
“Musik adalah ekspresi individualitas; bagaimana Anda melihat dunia. Semua seni adalah bagaimana Anda mengalami dunia, menafsirkannya, dan mengekspresikannya, apakah itu patung, tarian atau nyanyian”.-DAVID SANBORN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Google Workspace Kepada Guru SDN 3 Parangharjo Guna Menyongsong Perkembangan Teknologi Di Dunia Pendidikan

Jelajah Energi Terbarukan Jawa Tengah : Transisi Energi Bersama Rakyat