Pengalaman Lolos SNMPTN 2020-Teknik Elektro-Universitas Diponegoro
SNMPTN atau dikenal sebagai jalur undangan masuk
perguruan tinggi adalah jalur yang menggunakan nilai rapor, prestasi dan
kualifikasi sekolah yang menjadi kriteria universitas untuk bisa lolos.
Bukan hal yang mudah
untuk lolos SNMPTN karena sekolah berperan penting dalam penerimaan SNMPTN, sekolah
wajib memiliki persyaratan yaitu :
1.
Sekolah memiliki NPSN
2.
Ketentuan Akreditas
Akreditas
A : 40% terbaik disekolahnya
Akreditas
B : 25% terbaik disekolahnya
Akreditas
C : 5% terbaik disekolahnya
3.
Mengisi PDSS
Hal tersebut adalah persyaratan untuk sekolah,
sedangkan persyaratan untuk siswa :
1.
Siswa kelas 12 yang memiliki prestasi unggul
2.
Memiliki prestasi akademik
3.
NISN terdaftar di PDSS
4.
Nilai Rapor diisi di PDSS
5. Untuk
peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah
portofolio.
Puji
Tuhan sekolahku memiliki Akreditasi A, untuk prestasi akademiku sendiri aku
masuk kedalam 5% terbaik disekolah. Untuk penentuan pemeringkatan sekolah nilai
yang menjadi dasar pemeringkatan adalah 6 mata pelajaran, yaitu. : Matematika,
Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Fisika, Kimia Biologi (Khusus IPA) dan
Sosiologi, Geografi dan Ekonomi (Khusus IPS).
SNMPTN
memang seperti sebuah Anugerah bagiku, diawal mendaftar aku memang sangat
bingung untuk memilih jurusan dan kampus. Setelah menentukan jurusan yang
cocok, Saya melabuhkan hati saya terhadap jurusan Teknik Elektro dengan
beberapa pertimbangan dan pergumulan yang begitu rumit. Setelah memilih jurusan yang saya akan ambil,
saya juga harus menentukan dimana saya akan berkuliah. Saya mempunyai keinginan
besar kuliah diluar daerah Banten dengan segala pertimbangan saya akhirnya memilih
Universitas Diponegoro sebagai pilihan saya. Dalam pendaftaran SNMPTN
kita diberi 2 pilihan, saat itu saya memilih
1.
Teknik Elektro- Universitas Diponegoro
2. Meteorologi
Terapan – IPB
Saya
bukanlah orang yang optimis akan hal ini, saya tidak percaya diri akan nilai
rapor dan prestasi pendukung untuk SNMPTN. Apalagi banyak yang bilang jangan
terlalu berharap sama SNMPTN, SNMPTN itu faktor keberuntungan. Banyak sekali
gunjingan seperti itu. Tapi bagi saya SNMPTN
bukan tentang seberapa beruntung kita tapi tentang bagaimana strategi
kita. Bayangkan saja jika kalian memiliki nilai yang standar tapi mengincar
universitas seperti UI,ITB,UGM dan kawan-kawannya, Ya pasti kalian akan mudah
tersingkir. Banyak isu beredar katanya kalau sekolah sudah memiliki alumni
diuniversitas tersebut kemungkinan peluang untuk adik kelas nyapun akan
terbuka, untuk hal ini saya juga tidak tahu pasti.
Sebelum SNMPTN pasti sudah banyak lembaga-lembaga
rasionalisasi nilai rapor. Saya sering mengikuti hal-hal tersebut, menguji
apakah nilai saya rasional untuk masuk jurusan di univeritas yang saya
inginkan. Beberapa lembaga survei saya ikuti, namun hasilnya nilai saya tidak
rasional. Semakin galau ?, iya pasti. Namun
satu hal, saya sudah menyerahkan ini sama Tuhan, apapun hasilnya pasti itu yang
terbaik.
Seputar info kalau Undip dan IPB adalah
universitas papan atas selain
ITB,UI,UGM. Hal ini membuatku tambah pesimis akan diterima. Sela-sela waktu
kosong dan sekolah yang libur karena kasus covid 19 membuat saya belajar untuk
ujian SBMPTN. SBMPTN adalah kemungkinan yang harus saya terima jika gagal dalam
SNMPTN.
Hari itu 8 April 2020, perasaanku sudah tak karuan.
Beberapa hari lalu aku bermimpi bahwa aku diterima
dipilihan ke2 yaitu Meteorologi IPB. Beberapa adik kelas ku sudah
mempertanyakan hasilnya, meskipun saat itu pengumuman akan dilakukan pukul
13.00 WIB. Aku membuka web site pengumuman, rasanya tanganku tiba-tiba kebas,
kaki ku mati rasa, mataku ga bisa liat (minus), ini sangat menengangkan.
Jeng...
Jenggg
Jeng......
Pengumaman berwarna hijau
bertuliskan
Rasanya seperti mimpi
bagiku, aku tak henti-hentinya menangis. Terus menangis dan tak mampu
berkata-kata...
Aku lalu menshare hasil
ini, beberapa teman mengucapkan selamat padaku.
Sebenarnya sampai saat
ini aku masih tak percaya jika aku lolos, ini masih seperti mimpi buat ku dan Kado
yang indah seminggu sebelum ulang tahunku
Untuk adik-adik semua yang merasa minder karena nilai yang kecil jangan berkecil hati, seperti yang saya katakan sebelumnya SNMPTN adalah permainan strategi, bagaimana kalian memilih jurusan dan kampus yang berpeluang menerima nilai adik-adik sekalian. Nilai besar ngga menjamin kalian lolos. Aku ada pengalaman dari temen ku, dia itu masuk 10 besar dalam pemeringkatan SNMPTN disekolah tapi dia tidak lolos. Sedangkan, temenku yang peringkatnya 100an malah lolos SNMPTN. So pikirkan baik-baik.
Jika kalian memang orang yang males banget untuk SBMPTN (Tes Masuk Universitas) dan ga mau ikut SBMPTN, so STRATEGI yang baik adalah jalannya. Meskipun strategi yang kita rancang sebaik mungkin bisa saja gagal, atau strategi yang kita kira akan gagal malah berhasil. itu lain cerita.
Pesan ku untuk kalian, kalian boleh berharap sama SNMPTN tapi kalian juga harus siap jika sewaktu-waktu gagal. Dan persiapkan jalan lain setelah kegagalan, jangan hanya termenung meratapi kegagalan tapi coba untuk melangkah maju dan ambil hal positif dari kegagalan yang anda alami.
Beberapa pertanyaan yang
sering ditanyakan kepada saya
Q: Kak nilai rapornya
berapa ?
A: Rata-rata semua mapel
84an, kalau 6 mapel pemeringkatan 83an
Q: Prestasi yang
dilampirakan apa aja ?
A: Aku ngelampirin 3
sertifikat nasional yaitu : Sertifikat peserta Olimpiade Fisika UGM, Sertifikat
peserta Kontes Terbuka Olimpiade Matematika dan Sertifikat Parlemen Remaja
Q : Kak nilai kakak naik
turun atau ngga ?
A : Hampi semua nilaiku,
paling hanya beberapa pelajaran yang turun. Tapi kalau 6 mapel pemeringkatan,
Puji Tuhan nilaiku naik semua.
Q: Kenapa ngambil Teknik
Elektro ?
A: Aku suka fisika dan
math, ingin menciptakan robot, dan faktor eksternal (motivasi dari orang lain)

Komentar
Posting Komentar