MAKALAH KIMIA UNSUR


MAKALAH BAB III
KIMIA UNSUR

Disusun oleh :
Kelompok    : 6
Kelas                     : XII IPA 9
Anggota      :
1.     Nazwa Arfianingsih
2.     Putri Fatimatuzzahra
3.     Rafly Prioyudho
4.     Rahma Naza Shakila
5.     Ratu Sondang E S




SMA NEGERI 2 KOTA SERANG
JALAN RAYA PANDEGLANG KM. 5
SERANG - BANTEN



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat dan Anugerah-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai pada waktunya.
Terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang sudah menjadi penyemangat dalam pembuatan makalah ini dan berbagai sumber yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi.
Saya berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas dari itu, saya memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga saya sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.



Serang, 17 November 2019


Penyusun









DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………... I
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………..II
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………….…..1
A.    LATAR BELAKANG………………………………………………….……1
B.     TUJUAN PENULISAN……………………………………………………..2
C.     RUMUSAN MASALAH…………………………………………………....2
D.    MANFAAT PENULISAN…………………………………………………..2
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………….…3
A.    KEGUNAAN & PRINSIP KERJA NEON………………………………….3
B.     PROSES PEMBUATAN LOGAM ALKALI……………………………….4
C.     PROSES DOWN...............................................................................................4
D.    UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT………….…………...6
BAB III PENUTUP………………………………………………………………...13
A.    KESIMPULAN……………………………………………………………..13
B.     SARAN……………………………………………………………………..13
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………14










BAB I
PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG
Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-unsur kimia. Hingga saat ini, unsur-unsur kimia berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur tersebut dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Selain itu, unsur-unsur kimia dapat dikelompokkan menjadi unsur logam, nonlogam, semilogam, dan gas mulia
Beberapa usur logam dan nonlogam, dalam bentuk unsur maupun senyawa, banyak dimanfaatkan didalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan beberapa unsur logam dan nonlogam meningkat dengan berkembang pesatnya industri, baik sebagai alat, bahan dasar, maupun sumber energi.
Unsur-unsur logam umumnya diperoleh sebagai bijih logam dalam batuan. Alam Indonesia sangat kaya akan sumber mineral bijih logam, karena itu perlu penguasaan teknologi untuk mengolahnya menjadi logam yang dibutuhkan.
Unsur Logam yang sudah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari diantaranya adalah, besi, tembaga, atau perak. Ternyata unsur natrium pun bersifat logam. Namun, karena tak stabil dalam keadaan unsurnya, ia lebih banyak kita temui dalam bentuk senyawanya.
Keberadaan unsur-unsur kimia di alam sangat melipah. Sumber unsur-unsur kimia terdapat di kerak bumi, dasar laut, dan atmosfer, baik dalam bentuk unsur bebas, senyawa ataupun campurannya. Unsur-unsur kimia yang terdapat di alam dalam bentuk unsur bebasnya (tidak bersenyawa dengan unsur lainnya), diantaranya logam platina (Pt), emas (Au), karbon (C), gas nitrogen (N2), oksigen (O2), dan gas-gas mulia. Adapun unsur-unsur lainnya ditemukan dalam bentuk bijih logam. Bijih logam merupakan campuran antara mineral yang mengandung unsur-unsur kimia dan pengotornya. Mineral-mineral tersebut berbentuk senyawa oksida, halida, fosfat, silikat, karbonat, sulfat, dan sulfida. Logam platina (Pt) dan emas (Au) disebut logam mulia. Sumber logam mulia dan mineral-mineral dapat ditemukan di kerak bumi, sedangkan sumber gas oksigen, nitrogen, dan gas mulia (kecuali He) terdapat di lapisan atmosfer.
Sulit dibayangkan jika kita hidup tanpa adanya unsur kimia karena semua benda yang ada di alam ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk logam atau unsur bebasnya, senyawanya, atau paduan logamnya. Tak bisa dipungkiri, selain memberikan manfaat, beberapa unsur kimia memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Kegunaan dan dampak dari unsur-unsur kimia beserta cara mencegah dan menanganinya tidak terlepas dari sifat yang dimiliki unsur-unsur tersebut. Melalui makalah ini kami harapkan pembaca dapat memahami dan mengetahui kimia unsur lebih spesifik lagi.

B.       TUJUAN PENULISAN
1.    Mengetahui dan memahami kegunaan neon pada tombol alarm
2.    Mengetahui dan memahami prinsip kerja neon pada tombol alarm
3.    Mengetahui dan memahami proses pembuatan logam alkali
4.    Mengetahui dan memahami unsur-unsur transisi periode keempat

C.       RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja kegunaan neon pada tombol alarm ?
2.      Bagaimana prinsip kerja neon pada tombol alarm ?
3.      Bagaimana proses pembuatan logam alkali ?
4.      Apa itu unsur transisi periode keempat ?

D.  MANFAAT PENULISAN
       Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang membacanya umumnya dan khususnya kepada siswa untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang kimia unsur.







BAB II
PEMBAHASAN

A.   KEGUNAAN & PRINSIP KERJA NEON
1.      Kegunaan neon
Neon banyak digunakan dalam dunia reklame karena jika dikenai benda pada tekanan rendah, neon akan memancarkan cahaya merah-orange yang terang. Selain itu, neon juga banyak digunakan dalam peralatan elektronik seperti stabilizer tegangan dan tombol waktu (alarm).
2.      Prinsip kerja neon
Pada dasarnya,  Lampu TL dengan Teknologi Fluorescent (FL) adalah Lampu yang berbentuk tabung hampa dengan kawat pijar dikedua ujungnya (Elektroda), Tabung tersebut diisi dengan Merkuri dan gas argon yang bertekanan rendah. Tabung Lampunya  yang terbuat dari gelas juga dilapisi (Coating) oleh lapisan fosfor (phosphor). Saat dialiri Arus Listrik, Elektroda akan memanas dan menyebabkan Elektron-elektron berpindah tempat dari satu ujung ke ujung lainnya. Energi listrik tersebut juga akan mengakibatkan Merkuri yang sebelumnya adalah cairan merubah menjadi gas. Perpindahan Elektron akan bertabrakan dengan Atom Merkuri sehingga Energi Elektron akan  meningkat ke level yang lebih tinggi. Elektron-elektron akan melepaskan cahaya saat energi Elektron-elektron tersebut kembali ke level normalnya.

B.   PROSES PEMBUATAN LOGAM ALKALI
Logam-logam alkali sangat stabil terhadap pemanasan, sehingga logam-logam alkali tidak dapat diperoleh dari oksidanya melalui proses pemanasan. Logam alkali tidak dapat dihasilkan dengan mereduksi oksidanya, hal ini disebabkan logam-logam alkali merupakan pereduksi yang kuat.
Keberadaan natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, namun untuk mereduksi logam-logam alkali dalam air tidak dapat dilakukan karena logam-logam alkali dapat bereaksi dengan air membentuk basa kuat. Pada abad ke-19, H. Davy akahirnya dapat mengisolasi natrium dan kalium dengan melakukan elektrolisis terhadap lelehan garam KOH atau NaOH. Dengan metode yang sama Davy berhasil mengisolasi Li dari LiO. Kemudian Rb dan Cs ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik spektroskopi pada tahun 1860-1861 oleh Bunsen dan  Kirchhoff. Sedangkan fransium ditemukan oleh Perey dengan menggunakan teknik radiokimia tahun 1939. Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya melalui proses elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang sangat tinggi, oleh karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain untuk menurunkan titik lebur garam halidanya.

C.   PROSES DOWN
Proses Downs adalah metode elektrokimia yang digunakan untuk menghasilkan natrium dan klorida. Dalam metode ini, natrium klorida (NaCl) cair dielektrolisasi dengan suhu sekitar 600°C, dan kalsium klorida juga ditambahkan untuk mengurangi titik leburnya. Metode ini pertama kali ditemukan oleh James Cloyd Downs dan lalu dipatenkan pada tahun 1924. Metode yang sama juga dapat digunakan untuk menghasilkan magnesium dari magnesium klorida.

Logam alkali pada umumnya diperoleh dengan mengelektrolisis lelehan garam kloridanya. Misalnya logam natrium dibuat dengan mengelektrolisis campuran lelehan NaCl dan CaCl2. Fungsi CaCl2 pada proses ini adalah menurunkan titik leleh NaCl.


Reaksi berikut terjadi di anode yang bermuatan positif:
2Cl-    Cl2+(g) +2e-
Klorida mengalami oksidasi menjadi klor.
Reaksi berikut terjadi di katode yang bermuatan negatif:
Na+  + e-   →Na+(x 2)
Ion natrium mengalami reduksi menjadi unsur natrium.
Secara keseluruhan, reaksi redoksnya adalah:
2Na+  +  2Cl-     2Na++ Cl2+(g)
Secara teoretis, tegangan listrik yang diperlukan untuk reaksi dekomposisi natrium klorida pada suhu 600 °C adalah 3.424 V.
Campuran NaCl dan CaCl2 cair dimasukkan ke dalam sel down kemudian dialiri listrik. Ion Na+ direduksi di katoda menjadi natrium cair, sedangkan ion Cl- dioksidasi di anoda menjadi gas Cl2. Natrium cair dikeluarkan melalui samping sel dan gas klor dikeluarkan melalui bagian atas sel.

D.   UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT
1.      PENGERTIAN DAN SUMBER
Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain. Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur  golongan utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas katalitik, serta kemampuan membentuk senyawa kompleks. Unsur transisi periode keempat terdiri dari sepuluh unsur, yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).
Skandium (Sc) skandium ditemukan dalam berbagai bijih logam, tetapi keberadaannya di alam jarang ditemukan. Keberadaannya di alam diperkirakan antara 5 ppm hingga 30 ppm. Contoh senyawa yang mengandung skandium adalah Sc(OH)3 dan Na3ScF6.
Titanium (Ti) merupakan logam ke sembilan terbanyak 0,6 persen kerak bumi. Titanium di alam dapat ditemukan dalam mineral rutil (TiO2) dan ilmenit (FeTiO3). Contohnya senyawa yang mengandung unsur Titanium TiCl4.
Vanadium (V) adalah logam abu-abu yang keras dan tersebar luas dikulit bumi sekitar 0,02%  massa. Vanadium ditemukan dalam mineral vanadit, patronit dan karnotit. Contoh senyawa yang mengandung unsur vanadium adalah V2O5 yang digunakan untuk katalis pada pembuatan asam sulfat.
Kromium (Cr), terletak pada golongan VI B periode keempat dan merupakan salah satu logam yang penting ditemukan sekitar 122 ppm dalam kerak bumi. Kromonium ditemukan dalam mineral kromit (FeCr2O4).
Mangan (Mn), ditemukan dalam mineral pirolusit (MnO2). Contoh senyawa yang mengandung unsur mangan adalah KMnO4, yang banyak digunakan sebagai zat pengoksidasi dalam analisi di labolatorium.
Besi (Fe) adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (sekitar 6,2% massa kerak bumi). Besi jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Besi umumnya ditemukan dalam bentuk mineral (bijih besi), seperti hematite (Fe2O3), siderite (FeCO3), dan magnetite (Fe3O4). Logam Besi bereaksi dengan larutan asam klorida menghasilkan gas hidrogen. Reaksi yang terjadi adalah Fe(s) +  2H+(aq) ——>  Fe2+(aq) +  H2(g). Larutan asam sulfat pekat dapat mengoksidasi logam Besi menjadi ion Fe3+. Sementara larutan asam nitrat pekat akan membentuk lapisan oksida Fe3O4 yang dapat menghambat reaksi lebih lanjut. Umumnya, Besi dijumpai dalam bentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +2 dan +3. Beberapa contoh senyawa Besi (II) antara lain FeO (hitam), FeSO4.7H2O (hijau), FeCl2 (kuning), dan FeS (hitam). Ion Fe2+ dapat dengan mudah teroksidasi menjadi ion Fe3+ bila terdapat gas oksigen yang cukup dalam larutan Fe2+. Sementara itu, senyawa yang mengandung ion Besi (III) adalah Fe2O3 (coklat-merah) dan FeCl3 (coklat).
Kobalt (Co) di alam diperoleh sebagai bijih smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) yang biasanya berasosiasi dengan Ni dan Cu. Kobalt banyak ditemukan dalam bentuk mineralnya seperti kobaltit, smaltit dan eritrit.
Nikel kadang-kadang terjadi bebas di alam tetapi terutama ditemukan dalam bijih. Bijih utamanya adalah pentlandit dan pirhotit (sulfida nikel-besi), garnierit (nikel-magnesium silikat), millerit (nikel sulfida) dan niccolite (arsenik nikel). Nikel diambil dari bijihnya dengan proses pemanggangan dan reduksi yang menghasilkan logam dengan kemurnian lebih dari 75%. Proses Mond kemudian digunakan untuk memurnikan nikel lebih jauh.

Tembaga (Cu) merupakan unsur yang jarang ditemukan di alam (precious metal). Tembaga umumnya ditemukan dalam bentuk senyawanya, yaitu bijih mineral, seperti Pirit tembaga (kalkopirit) CuFeS2, bornit (Cu3FeS3), kuprit (Cu2O), melakonit (CuO), malasit. Semua senyawa Tembaga (I) bersifat diamagnetik dan tidak berwarna (kecuali Cu2O yang berwarna merah), sedangkan semua senyawa Tembaga (II) bersifat paramagnetik dan berwarna. Senyawa hidrat yang mengandung ion Cu2+ berwarna biru.Beberapa contoh senyawa yang mengandung Tembaga (II) adalah CuO (hitam), CuSO4.5H2O (biru), dan CuS (hitam).
Seng (Zn) terdapat di alam sebagai senyawa sulfida seperti seng blende (ZnS), dan calamine (ZnCO3), dan senyawa silikat seperti hemimorfit (ZnO.ZnSiO3.H2O). Dalam kehidupan sehari-hari,kita sering mendengar kata-kata sepeti tembaga,besi, emas dan perak.
2.      PROSES PEMBUATAN
A.  Pengolahan Logam Dari Bijih (Metalurgi)
Sebagian besar logam terdapat di alam dalam bentuk senyawa. Hanya sebagian kecil terdapat dalam keadaan bebas seperti emas, perak dan sedikit tembaga. Pada umumnya terdapat dalam bentuk senyawa sulfida dan oksida, karena senyawa ini sukar larut dalam air. Contohnya : Fe2O3, Cu2S, NiS, ZnS, MnO2.Pengolahan logam dari bijih disebut metalurgi. Bijih adalah mineral atau benda alam lainnya yang secara ekonomis dapat diambil logamnya. Karena logam banyak terdapat dalam bentuk senyawa (oksida, sulfida), maka prosesnya selalu reduksi.
Ada tiga tingkat proses pengolahan, yaitu :
1. Menaikan Konsentrasi Bijih.
Memisahkan bijih dari campurannya misalnya dengan ditumbuk, lalu dipisahkan dengan berbagai cara, misalnya :
a. Dicuci dengan air.
b. Diapungkan dengan deterjen atau zat pembuih (flotasi)
c. Dipisahkan dengan magnet
d. Dengan pemanggangan. Bijih dipanaskan di udara terbuka, menghasilkan oksidanya.
    2ZnS + 3O2 → 2ZnO + 2SO2
e. Dilarutkan sehingga terbentuk senyawa kompleks
2. Proses Reduksi
Umumnya menggunakan reduktor yang murah yaitu karbon (kokes). Untuk logam yang reaktif digunakan reduktor yang lebih kuat seperti hidrogen, logam alkali tanah dan alumunium. Logam-logam yang sangat reaktif dilakukan reduksi elektrolisis (reduksi katodik)
a. Reduksi dengan karbon (C) :
ZnO + C    Zn + CO
Fe2O3 + 3CO → 2Fe + 3CO2
b. Reduksi dengan logam yang lebih reaktif :
TiCl4 + 2Mg → Ti + 2MgCl2
Cr2O3 + 2Al → 2Cr + Al2O3
3. Proses Pemurnian (refining)
Dengan proses-proses peleburan, destilasi atau dengan elektrolisis. Proses peleburan misalnya untuk memperoleh tembaga 99% untuk membuat baja dan sebagainya. Untuk memperoleh tembaga yang murni untuk keperluan teknik listrik dilakukan dengan elektrolisis. Dengan destilasi misalnya pada pembuatan air raksa dan seng.

3.      MANFAAT
Ø  Skandium = SC
a. Untuk menghasilkan cahaya berintesitas tinggi
b. Radioaktifnya sebagai perunut pada pemurnian minyak bumi
c. Senyawanya sebagai aditif lampu uap-Hg dan transmisi TV warna
d. Paduan skandium dan aluminium akan menjadi penting dalam pembuatan sel bahan bakar
Ø  Titanium = Ti
a.  Komponen penting logam paduan untuk pesawat, peluru kendali
b.  Karena ketahanannya terhadap air laut maka digunakan juga untuk pembuatan peralatan kapal yang langsung bersentuhan dengan laut, seperti kipas body kapal dan sebagainya.
c. Bahan campuran logam
d. Sebagai bahan pemutih kertas, kaca, keramik dan kosmetik.

Ø  Vanadium = V
a . Reactor nuklir
b.  Pembuatan baja tahan karat, untuk per, serta peralatan kecepatan tinggi
c.  Oksidanya (V2O5) untuk keramik dan katalisator.
d.Peralatan yang digunakan dalam kecepatan tinggi.

Ø  Kromium = Cr
a. Paduan logam untuk pembuatan baja.
b. Pewarna logam dan gelas
c. Sebagai katalisator
d. Plating logam-logam lainnya

Ø  Mangan = Mn
a. Komponen penting paduan logam, karena sifatnya keras, kuat,dan ketahanannya tinggi
b. Memperbesar fungsi Vitamin B dalam tubuh
c. KMnO4 sebagai oksidator kuat dalam bidang kesehatan
d. Sebagai depolariser dan sel kering baterai
e. Menghilangkan warna hijau pada gelas yang diaebabkan oleh pengotorbesi.

Ø  Besi = Fe
a. Sebagai logam utama pada pembuatan baja
b. Besi dengan paduannya digunakan untuk pembuatan rel, tulangan beton.
c. Digunakan untuk berbagai peralatan dalam kehidupan sehari-hari.
d. Bahan perangkat alat elektronik
Ø  Kobalt = Co
a. Karena keras, tahan karat dan penampilannya menarik maka sering digunakan untuk menyepuh logam lain
b. Pewarna biru pada porselen, kaca, genting
c. Pewarna sumber sinar gamma dalam bidang kesehatan

Ø  Nikel = Ni
a.  Paduan logam baja dan logam lain
b.  Pelapis permukaan logam
c.  Sebagai katalisator
d.  Pewarna hijau pada keramik/porselen
e.  Komponen pada baterai

Ø  Tembaga = Cu
a.  Peralatan kelistrikan, sebagai rangkian dan kawat kabel.
b.  Logam paduan pada kuningan dan perunggu
c. Kerajinan, karya seni dan perhiasan
d. Melancarkan proses produksi sel darah
e. Pembunuh serangga dan hama

Ø  Seng = Zn
a.  Komponen paduan pada huruf mesin cetak
b.  Sebagai logam patri
c.  ZnO untuk industry cat, kosmetik, farmasi, tekstil.
d.  ZnS untuk sinar X dan layar TV.
e. Bahan cat putih


4.      DAMPAK NEGATIF
Ø  Scandium
Scandium yang dibuang kelingkungan terutama oleh industri pengolahan minyak akan terakumulasi dalam tanah dan air hingga berpotensi meningkatkan konsentrasinya pada manusia, hewan, dan partikel tanah. Serta pada hewan air, skandium menyebabkan kerusakan membran sel yang memiliki pengaruh negatif pada sistem reproduksi dan sistem saraf.
Ø  Titanium
Dalam bentuk bubuk logam, logam titanium menimbulkan bahaya kebakaran dan bila terpapar panas di udara bisa meledak.

Ø  Vanadium
Vanadium menyebabkan penghambatan enzim tertentu pada hewan sehingga berdampak secara neurologis. Vanadium dapat mempengaruhi kesehatan ketika diserap dalam jumlah terlalu tinggi diantaranya memicu iritasi paru-paru, tenggorokan, mata, dan rongga hidung.

Ø  Crom dalam penyamakan kulit
Krom digunakan dalam penyamakan kulit untuk mencegah mengerutnya bahan sewaktu pencucian. Krom ini sangat beracun dan menyebabkan kanker.

Ø  Mangan dalam pengelasan dan pembuatan baja
Pada pengelasan dan pembuatan baja dengan logam Mn akan dihasilkan suatu asap dalam jumlah yang banyak. Asap ini bersifat racun dan dapat mengganggu sistem saraf pusat.

Ø  Besi (Fe)
Pada pengolahan logam besi, jika limbahnya dibuang ke sungai dapat menyebabkan pertumbuhan fitoplankton yang tidak terkendali. Hal ini menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam air sehingga akan mengganggu pertumbuhan ikan dan hewan air lainnya. Besi yang terdapat dalam air minum yang melebihi ambang batas (0,3 bpj) akan mengganggu fungsi ginjal.
Ø  Kobalt
Konsentrasi tinggi kobalt yang terhirup melalui udara bisa menimbulkan berbagai keluhan seperti asma dan pneumonia.

Ø  Nikel
Konsentrasi nikel yang tinggi pada tanah berpasir dapat merusak tanaman dan konsentrasi nikel yang tinggi di permukaan air dapat mengurangi tingkat pertumbuhan alga. Pada hewan, paparan nikel berlebih berpotensi menyebabkan berbagai jenis kanker.

Ø  Tembaga
Pada penambangan tembaga, akan terbuang pasir sisa yang masih mengandung logam Cu. Jika pasir sisa ini dibuang keperairan maka akan membahayakan organisme-organisme diperairan tersebut. Tembaga yang terdapat dalam airminum yang melebihi ambang batas maksimum (1bpj) dapat menyebabkan kerongkongan kering, mual-mual, diare dan iritasi pada lambung.

Ø  Seng
Tingkat seng yang sangat tinggi dapat merusak pankreas dan mengganggu  metabolisme protein, serta menyebabkan arteriosclerosis. Air yang tercemar seng dapat meningkatkan keasaman air. Tanaman akan sulit tumbuh pada tanah yang kandungan seng nya sangat tinggi.









BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Sifat-sifat unsur kimia dapat kita ketahui dari sifat fisis dan kimianya. Sama seperti pada unsur-unsur dari gas mulia dan halogen. Dari sifat fisis kita dapat mengetahui penampilan dari suatu unsur namun tanpa melibatkan pengubahan zat itu menjadi zat lain, serta dari sifat kimianya kita dapat mengetahui reaksi-reaksi yang dapat dialami oleh zat itu, seperti kereaktifan, daya oksidasi, daya reduksi, sifat asam, dan sifat basa.

B.   SARAN
Saran yang saya dapat berikan bagi pembaca yang ingin membuat makalah tantang “Kimia Unsur” ini, untuk dapat lebih baik dari makalah yang saya buat ini ialah dengan mencari lebih banyak refrensi dari berbagai sumber, baik dari buku maupun dari internet, sehingga makalah anda akan dapat lebih baik dari makalah ini. Mungkin hanya ini saran yang dapat saya sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terimakasih Wassallam.












DAFTAR PUSTAKA





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Essai Belajar Bersama Maestro 2019

Pelatihan Google Workspace Kepada Guru SDN 3 Parangharjo Guna Menyongsong Perkembangan Teknologi Di Dunia Pendidikan

Jelajah Energi Terbarukan Jawa Tengah : Transisi Energi Bersama Rakyat