Makalah Kimia kelas xii tentang Benzena dan Makromolekul


MAKALAH KIMIA
BENZENA DAN MAKROMOLEKUL











Disusun oleh      : Ratu Sondang Elishabet S
                      Kelas                  : XII IPA 9





SMA NEGERI 2 KOTA SERANG
JALAN RAYA PANDEGLANG KM. 5
SERANG - BANTEN

KATA PENGANTAR

Salam sejahtera bagi kita semua.
    Rasa syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan anugerah-Nya yang selalu menyertai langkah hidup kita sebagai hamba-Nya dan juga kebaikan-Nya maka penyusunan makalah ini dapat terselesaikan.
Terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang sudah menjadi penyemangat dalam pembuatan makalah ini dan berbagai sumber yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi.
Saya berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas dari itu, saya memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga saya sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.




Serang, 23 Februari 2020


Penyusun       






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………I
DAFTAR ISI …………………………………………………………..II
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………..1
A. LATAR BELAKANG……………………………………………….1
B. TUJUAN PENULISAN……………………………………………..2
C. RUMUSAN MASALAH……………………………………............2
D. MANFAAT PENULISAN…………………………………………..2
BAB II PEMBAHASAN BENZENA………………………………….3
A. PENGERTIAN BENZENA…………………………………............3
B. SIFAT-SIFAT BENZENA ……………………………….................3
C. REAKSI BENZENA...........................................................................3
D. TURUNAN BENZENA………….………….....................................5
E.  KEGUNAAN BENZENA...................................................................6
BAB III PEMBAHASAN MAKROMOLEKUL....................................7
A.   PENGERTIAN POLIMER................................................................7
B.   PENGGOLONGAN POLIMER........................................................7
C.   REAKSI PEMBENTUKAN POLIMER...........................................8
D.   KEGUNAAN DAN DAMPAK POLIMER.....................................10
E.    BIOKIMIA........................................................................................10
BAB IV PENUTUP…………………………………………………....16
A. KESIMPULAN……………………………………………………..16
B. SARAN……………………………………………………………..16
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………17





BAB I
PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG
          Struktur benzena pertama kali diperkenalkan oleh Kekule pada tahun 1865. Menurutnya, keenam atom karbon pada benzena tersusun secara melingkar membentuk segi enam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120 derajat. Ikatan antara karbon adalah ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal yang berselang seling.
Benzena termasuk senyawa aromatik dan memiliki rumus molekul C6H6. Rumus molekul benzena memperlihatkan sifat ketakjenuhan dengan adanya ikatan rangkap. Tetapi ketika dilakukan uji bromin benzena tidak memperlihatkan sifat ketakjenuhan karena benzena tidak melunturkan warna dari air bromin.
Mengapa demikian? Berdasarkan hasil analisis, ikatan rangkap dua karbon-karbon pada benzena tidak terlokalisasi pada karbon tertentu melainkan dapat berpindah-pindah. Gejala ini disebut resonansi. Adanya resonansi pada benzena ini menyebabkan ikatan pada benzena menjadi stabil, sehingga ikatan rangkapnya tidak dapat diadisi oleh air bromin.
Komponen sel makhluk hidup terdiri atas bermacam-macam molekul. Berdasarkan atas ukurannya, secara umum molekul yang ada di dalam sel makhluk hidup dibedakan atas dua kelompok, yaitu molekul kecil dan makromolekul. Molekul-molekul kecil mempunyai berat molekul kurang dari 1000, misalnya asam amino (leusin), nukleotida (ATP), dan monosakarida (glukosa). Makromolekul mempunyai berat yang sangat tinggi antara 104 sampai 1012, misalnya protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid.
          Makromolekul mempunyai peranan khusus dan sangat penting bagi makhluk hidup. sifat-sifat genetic makhluk hidup tersimpan di dalam untaian DNA yang merupakan polimer nukleotida. Sebagian energi yang diperlukan oleh makhluk hidup tersimpan dalam molekul karbohidrat dan juga merupakan penyusun dinding sel tanaman dan jasad renik. Protein merupakan makromolekul yang mempunyai fungsi sangat penting, misalnya sebagai biokatalisator atau enzim, reaksi-reaksi fisiologis, sebagai bagian dari system pengaturan ekspresi genetic atau protein regulator, serta sebagai komponen penyusun sel.
Sel-sel makromolekul terbentuk melalui rangkaian molekul-molekul relatif kecil, membentuk suatu rantai yang dinamakan polimer. Molekul-molekul penyusun polimer harus merupakan sub unit yang sama atau menyerupai. Setiap molekul penyusun polimer dinamakan monomer.

B.       TUJUAN PENULISAN
1.     Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan benzena dan makromolekul
2.     Mengetahui dan memahami sifat-sifat benzena
3.     Mengetahui dan memahami reaksi pembentukan benzena
4.     Mengetahui turunan dari benzena
5.     Mengetahui dan memahami penggolongan polimer
6.     Mengetahui dan memahami reaksi pembentukan polimer
7.     Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud biokimia
8.     Mengetahui dan memahami bagian-bagian dari biokimia
C.       RUMUSAN MASALAH
1.     Apakah yang dimaksud dengan benzena, polimer dan biokimia ?
2.     Apa saja sifat-sifat yang dimiliki benzena ?
3.     Bagaimana cara pembentukan benzena ?
4.     Apa saja turunan dari benzena ?
5.     Apa saja jenis-jenis polimer ?
6.     Bagaimana cara pembentukan polimer ?
7.     Apa saja bagian-bagian yang termasuk biokimia ?
D.  MANFAAT PENULISAN
          Hasil dari penulisan ini semoga memberi manfaat pengetahuan seputar benzena dan makromolekul kepada para pembaca. Terutama para pelajar supaya lebih memahami lagi tentang benzena dan makromolekul.





BAB II
PEMBAHASAN BENZENA
A.    BENZENA       
Benzena dan turunannya merupakan senyawa aromatik. Senyawa aromatik adalah senyawa yang memiliki cincin karbon siklik tak jenuh dimana elektron terdelokalisasi atau terkonjungsi. Senyawa aromatik adalah senyawa yang stabil dan melimpah dialam. Benzena mempunyai rumus molekul C6H6, berikut ini merupakan struktur benzena :
Capture.PNG
B.     SIFAT-SIFAT BENZENA
1.       Memiliki titik didih dan titik leleh yang khas
2.       Merupakan zat cair yang tidak berwarna
3.       Mudah menguap
4.       Memiliki bau yang khas
5.       Bersifat nonpolar
6.       Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik
7.       Bersifat karsinogenik
8.       Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar

C.     REAKSI PEMBENTUKAN BENZENA
1.       Reaksi Adisi
Reaksi Adisi pada benzena adalah perubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Reaksi adisi dilakukan oleh H2natau Cl2 pada suhu dan tekanan yang tinggi. Contoh reaksi adisi benzena :
Capture.PNG



2.     Reaksi Substitusi
  Reaksi Substitusi pada benzena antara lain :
·        Monosubstitusi
Dimana satu atom H disubstitusi dengan atom atau senyawa gugus lain.
Capture.PNG
·        Disubstitusi
Dimana dua atom H disubstitusi dengan atom atau senyawa gugus lain.
Capture.PNG
·        Trisubstitusi
Dimana dua atom H disubstitusi dengan atom atau senyawa gugus lain.
Capture.PNG
·        Halogenesi
Merupakan reaksi substitusi atom H pada benzena oleh golongan halogen seperti F,Cl,Br, dan I.
Capture.PNG

·        Nitrasi
Merupakan reaksi substitusi atom H pada benzena oleh gugus nitro dengan menggunakan katalis H2SO4.
Capture.PNG
D.     TURUNAN BENZENA
Capture.PNG
Capture.PNG

E.    KEGUNAAN BENZENA
1.     Benzena digunakan sebagai selarut non polar bagi senyawa-senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air.Benzena sangat berbahaya karena dapat merusak sumsum tulang, menghambat pembentukan sel-sel darah merah, bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan kematian.
2.     Fenol digunakan dalam pembuatan karbol/lisol sebagai desinfektan, pembuatan obat dan resin sinteik. Fenol dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
3.     Asam benzoat digunakan sebagai pengawet makanan atau minuman.
4.     Aminobenzena digunakan sebagai bahan dasar pewarna atau dikenal sebagai pewarna azo.
5.     Aspirin atau asetosal (asam asetil salisilat) digunakan zat analgesik (penghilang rasa sakit) dan zat antipiretik (penurun panas badan) sehingga berfungsi sebagai obat sakit kepala, sakit gigi atau demam. Konsumsi aspirin secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti sakit maag dan pendarahan pada lambung.
6.     Anilina digunakan sebagai zat warna, bahan baku obat seperti antipirina dan anti febrin. Penggunaan anilina secara berlebihan dapat mengakibatkan mual, sakit kepala dan insomnia.
7.     Parasetamol digunakan untuk mengobati pusing atau sakit kepala dan demam.
8.     Nitrobenzena atau nitrobenzol (minyak mirbane) digunakan sebagai pelarut dan bahan baku pembuatan anilina, pembuatan produk semir dan senyawa insulator. Nitrobenzena memiliki senyawa almond yang bersifat racun.
9.     Klorobenzena digunakan dalam pembuatan pestisida, bahan baku pembuatan herbisida dan karet dan sebagai pelarut kimia organik.
10.                    Trinitrotoluena atau TNT digunakan untuk keperluan militer yaitu sebagai bahan peledak.

11.                   Butil hidroksi toluena atau BHT dan butil hidroksi anisol atau BHA digunakan sebagai zat antioksidan pada minyak goreng dan mentega

BAB III
PEMBAHASAN MAKROMOLEKUL
A.   POLIMER
Polimer adalah molekul  raksasa atau makromolekul, yaitu molekul yang terbentuk dari penggabungan molekul-molekul sederhana (monomer) membentuk rantai yang panjang dengan massa molekul (Mr) yang besar.

B.  PENGGOLONGAN POLIMER
1.  Penggolongan berdasarkan asal polimer
Berdasarkan asalnya, polimer dibagi menjadi polimer alam dan polimer sintetis.
·        Polimer Alam
      Polimer alam terdapat pada makhluk hidup. Beberapa contoh : protein (serat otot dan enzim), polisakarida (pati dan selulosa), karet dan asam-asam nukleat.
Capture.PNG
·     Polimer Sintetis
      Polimer sintetis terbentuk sebagai hasil reaksi dari bahn-bahan kimia. Beberapa produk polimer yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari meliputi kantong plastik, pembungkus makanan, lapisan teflon, sikat rambut (sisir), penyekat listrik, wadah plastik dan jendela pesawat terbang.
Capture.PNG
2.     Penggolongan berdasarkan sifat dan bentuknya
     Berdasarkan sifat dan bentuknya, polimer dibagi menjadi tiga kelompok umum yaitu elastomer,serat, dan plastik.
-         Elastomer adalah polimer dengan sifat-sifat elastik seperti karet.
-         Serat adalah polimer mirip benang, seperti kapas, sutra, dan nilon.
-         Plastik dapat berupa lembaran tipis, zat padat yang keras dan dapat dicetak (pipa,mainan anak-anak) atau salutan (cat mobil, pernis).
Sifat-sifat fisik polimer ditentukan oleh beberapa faktor anatara lain panjang rata-rata rantai polimer, daya intermolekul antara sesama rantai dan sifat kristalinitas rantai polimer.
-            Polimer yang struktur kristalnya tidak teratur, memiliki sifat kristalinitas yang rendah. Makin tidak teratur struktur rantainya, makin hilang sifat kristalinitasnya.
-         Polimer dengan struktur rantai yang teratur memiliki sifat kristalinitas yang tinggi. Polimer ini memiliki sifat lebih kuat dan lebih tahan terhadao bahan-bahan kimia. 

3.     Penggolongan berdasarkan jenis monomernya
       Berdasarkan jenis monomernya, polimer dibedakan atas homopolimer dan kopolimer.
-       Homopolimer terbentuk dari sejenis monomer, contohnya polietilena,polipropilena, polistirena, PVC (Poli Vinil Chlorida), teflon, amilim, selulosa, dan poliisoprena (karet alam).
-       Kopolimer terbentuk dari dua jenis polimer atau lebih, contohnya nilon-66 dan dakron.

4.     Penggolongan berdasarkan sifatnya terhadap panas
Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dibedakan menjadi polimer termoplas dan termoseting.
-  Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan. Polimer jenis ini dapat dibentuk ulang. Contohnya adalah polietilena, PVC, dan polipropilena.
-  Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak saat dipanaskan. Polimer termoseting tidak dapat dibentuk ulang. Contohnya adalah bakelit, yaitu plastik yang digunakan untuk peralatan listrik.
Perbedaan sifat antara polimer termoplas dan polimer termoseting terletak pada strukturnya.
-Polimer ternoplas terdiri atas molekul-molekul rantai lurus atau cabang.
-  Polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan kaku.

C.  Reaksi pembentukan polimer
1.  Polimerisasi  Adisi
       Polimerisasi  adisi terjadi dari monomer-monomer yang memiliki ikatan rangkap yang bergabung secara adisi membentuk molekul baru, sehingga menjadi ikatan jenuh. Reaksi ini biasanya dibantu oleh suatu katalis, biasanya perosida (H2O2). Pada polimerisasi adisi massa molekul relatif (Mr) dari polimer yang terbentuk adalah kelipatan Mr monomernya. Hal ini dikarenakan pada polimerisasi adisi tidak ada molekul yang hilang.




·          Polimerisasi adisi alam
        Polimerisasi yang terjadi secara alami terjadi pada karet alam yang merupakan hasil polimerisasi dari 2-metil-1,3-butadiena yang terdapat pada pohon karet. Reaksinya  :
Capture.PNG


·          Polimerisasi adisi sintetis
      Polimerisasi ini dibuat oleh manusia. Contohnya pembentukan PVC dari vinil klorida. Reaksinya :Capture.PNG
Polivinil klorida (PVC) banyak digunakan untuk membuat pipa paralon, pembungkus kabel dan tas plastik.

2.       Polimerisasi Kondensasi
Pada polimerisasi kondensasi, monomer-monomer saling bergabung membentung molekul besar dengan melepas molekul kecil, seper air (H2O) dan metanol (CH3OH). Umumnya polimerisasi kondensasi terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada ujung rantainya.
·        Polimerisasi kondensasi alami
Polimerisasi kondensasi alami contohnya adalah pembentukan protein dari asam amino. Reaksinya : 
Capture.PNG
·        Polimerisasi kondensasi sintesis
- Pembentukan nilaon dari asam adipat (asam 1,6-heksadionat) dan heksametilen diamina (1,6-diaminoheksana). Reaksinya :
Capture.PNG
Nilon digunakan untuk bahan tekstil. Benang nilon digunakan untuk lapisan penguat pada ban kendaraan.

-Pembentukan dakron dari metilterftalat dan etilena glikol. Reaksinya :
Capture.PNG
D.               KEGUNAAN DAN DAMPAK POLIMER
1.     Plastik polietilena atau PE digunakan sebagai plastik pembungkus, ember, dan kantong plastik.
2.     Teflon digunakan sebagai pelapis karena tahan panas dan permukaannnya licin.
3.     Plastik polietilen tereftalat atau PTE digunakan dalam pembuatan tas plastik, jas hujan dan film.
4.     Plastik polivinil klorida atau PVP digunakan untuk pipa dan karet.
5.     Bakelit digunakan untuk bahan peralatan listrik.
Selain bermanfaat dalam kehidupan penggunaan polimer juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Misalnya penggunaan plastik. Plastik mempunyai banyak manfaat tetapi juga menimbulkan dampak negatif karena sulit diurai oleh mikroorganisme. Jika dibiarkan sampah plastik dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan jika dibakar dapat membahayakan bagi kesehatan.


E.               BIOKIMIA
Biokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang reaksi-reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup. Senyawa kimia yang dipelajari dalam biokimia adalah karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, fosfor dan unsur-unsur lain dalam jumlah kecil.

a.     Karbohidrat/sakarida
Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis.Zat makanan ini merupakan sumber energi bagi organisme heterotrof. Karbohidrat merupakan unsur senyawa organik yang disintesis dari senyawa anorganik yang mengandung unsur-unsur Karbon(C),Hidrogen(H) dan Oksigen(O).
Capture.PNG
1.     Penggolongan Karbodidrat
·        Monosakarida(C6H12O6)
Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula. Monosakarida memiliki rasa manis dan sifatnya mudah larut dalam air. Contoh dari monosakarida adalah :
-         Glukosa
          Glukosa merupakan komponen utama gula darah. Glukosa dapat dibentuk dari hidrolisis pati, glikogen, dan maltosa. Glukosa dapat dioksidasi oleh pereaksi Tollens sehingga disebut gula pereduksi 
Capture.PNG 



-         Fruktosa
 Fruktosa merupakan heksulosa, yaitu karbohidrat yang memiliki gugus fungsional keton.
Capture.PNG






-         Galaktosa
      Galaktosa merupakan aldoheksosa dalam susu. Galaktosa juga merupakan gula pereduksi sama seperti glukosa dan fruktosa.Capture.PNG
·               Disakarida(C12H22O11)
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula. Disakarida memiliki rasa manis, dan mudah larut dalam air. Capture.PNG
Contoh dari Disakarida adalah laktosa(gabungan antara glukosa dan galaktosa), sukrosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa) dan maltosa (gabungan antara dua glukosa)
-Maltosa
Capture.PNG






-Laktosa
       Laktosa terdiri dari 2 monosakarida yang berlainan.
Capture.PNG
-Sukrosa (Gula Tebu)
Capture.PNG

·      Polisakarida(C6H11O5)
Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula,dan rata-rata terdiri dari lebih 10 gugus gula.Pada umumnya polisakarida tidak berasa atau pahit,dan sifatnya sukar larut dalam air.Contohnya dari polisakarida adalah amilum yang terdiri dari 60-300 gugus gula berupa glukosa,glikogen atau gula otot yang tersusun dari 12-16 gugus gula,dan selulosa,pektin,lignin,serta kitin yang tersusun dari ratusan bahkan ribuan gugus gula dengan tambahan senyawa lainnya.

-Amilum (Pati)
Capture.PNG
-Selulosa
Selulosa tidak dapat bereaksi dengan reagensia tollens dan sukar larut dalam air. Capture.PNG
-Glikogen
Glikogen merupakan polisakarida yang terdapat dalam hati dan otot. Glikogen tersusub dari polimerissi glukosa dengan bantuan hormon insulin. Glikogen dalam air bersifat koloid. Hidrolisis glikogen dengan asam menghasilkan glukosa.

·                     Fungsi Karbohidrat
-         Sebagai sumber energi utama.Pada beberapa organ tubuh utama,seperti otak,lensa mata dan sel saraf,sumber energi yang diperlukan adalah glukosa,dan tidak dapat digantikan oleh sumber energi lainnya.
-         Berperan penting dalam proses metanolisme,menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel,jaringan,serta organ tubuh.
-         Merupakan pembentuk senyawa lainnya,misalnya sebagai asam lemak sebagai penyusun lemak dan asam amino sebagai penyusun protein.
-         Membantu penyerapan kalsium.


b.    Lemak
Lemak (Lipid) adalah zat organik hidrofobik yang bersifat sukar larut dalam air. Namun lemak dapat larut dalam pelarut organik seperti kloroform,eter dan benzena.

1.     Struktur Kimia Lemak
Unsur penyusun lemak antara lain adalah Karbon(C), Hidrogen(H), Oksigen(O) dan kadang-kadang Fosforus(P) serta Nitrogen(N). Molekul lemak terdiri dari empat bagian,yaitu satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak. Asam lemak terdiri dari rantai Hidrokarbon (CH) dan gugus Karboksil(-COOH). Molekul gliserol memiliki tiga gugus Hidroksil(-OH) dan tiap gugus hidroksil berinteraksi dengan gugus karboksil asam lemak.

2.     Berdasarkan komposisi kimianya lemak terbagi atas tiga,yaitu:
·         Lemak Sederhana
Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida, yang terdiri dari satu gliserol dan tiga asam lemak. Contoh senyawa lemak sederhana adalah lilin(wax) malam atau plastisin(lemak sederhana yang padat pada suhu kamar), dan minyak (lemak sederhana yang cair pada suhu kamar).

·         Lemak Campuran
Lemak Campuran merupakan gabungan antara lemak dengan senyawa bukan lemak. Contoh lemak campuran adalah lipoprotein (gabungan antara lipid dan dengan protein), Fosfolipid (gabungan antara lipid dan fosfat), serta fosfatidilkolin (gabungan antara lipid,fosfat dan kolin).


·         Lemak Asli (Derivat Lemak)
Derivat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid.misalnya kolesterol dan asam lemak.Berdasarkan ikatan kimianya asam lemak dibedakan menjadi 2, yaitu:
· Asam lemak Jenuh,bersifat non-esensial karena dapat disintesis oleh tubuh dan pada umumnya berwujud padat pada suhu kamar.Asam lemak jenuh berasal dari lemak hewani,misalnya mentega.
- Asam lemak tidak jenuh, bersifat esensial karena tidak dapat disintesis oleh tubuh dan umunya      berwujud cair pada suhu kamar.Asam Lema tidak jenuh berasal dari lemak nabati,misalnyya minyak goreng.

·         Sumber Lemak
Berdasarkan asalnya, sumber lemak dapat dibedakan menjadi 2,yaitu
·         Lemak Nabati (kelapa,kemiri,zaitun,kacang tanah,mentega,kedelai,)
·         Lemak Hewani (daging, keju,susu, ikan segar,telur)

3.  Fungsi Lemak
Umumnya banyaknya lemak yang dibutuhkan oleh tubuh manusia berkisar antara 0,5-1gram lemak per 1kg berat badan per hari. Orang yang tinggal di daerah bersuhu dingin dan orang yang bekerja berat membutuhkan lemak lebih banyak. Fungsi lemak penting, diantaranya adalah: Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah, Sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K, Sebagai pelindung alat-alat tubuh vital, Sebagai penghasil energi tertingggi, Penahan rasa lapar,karena adanya lemak akan memperlambat pencernaan.Bila pencernaan terlalu cepat maka akan cepat pula timbulnya rasa lapar, Sebagai salah satu bahan penyusun membran sel, sebagai salah satu bahan penyusun hormon dan vitamin(khususnya untuk sterol), Sebagai salah satu bahan penyusun empedu,asam kholat (di dalam hati),dan hormon seks(khususnya untuk kolesterol.Pembawa zat-zat makan esensial.

c.      PROTEIN
Protein adalah penyusun kurang lebih 50% berat kering organisme.Protein bukan hanya sekedaar bahan simpanan atau baha struktural,seperti karbohidrat danlemak.Tetapi juga berperan penting dalam fungsi kehidupan.
1.     Struktur Kimia Protein
Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atasunsur Karbon(C), Hidrogen(H), Oksigen(O), Nitrogen(N) dan kadang-kadang mengandung zat Belerang(S),dan Fosfor(P).
Protein merupakan makromolekul yang terdiri dari satu atau lebih polimer. Setiap Polimer tersusun atas monomer yang di sebut asam amino.Masing-masing asam amino mengandung satu atom Karbon(C) yang mengikat satu atom Hidrogen(H),satu gugus amin(NH2), satu gugus karboksil(-COOH),dan lain-lain(Gugus R).

2.     Pembagian Protein
        Berdasarkan macam asam amino yang menyusun polipeptid,Protein dapat digolongkan menjadi :
·         Protein Sempurna
Protein sempurna adalah protein yang mengandung asam-asam amino lengkap, baik macam maupun jumlahnya. Contohnya kasein pada susu dan albumin pada putih telur. Pada umumnya protein hewan adalah Protein Sempurna.

· Protein Kurang Sempurna
Protein kurang sempurna adalah protein yang mengandung asam amino lengkap, tetapi beberapa diantaranya jumlahnya sedikit. Protein ini tidak dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan,Namun hanya dapat mempertahankan kebutuhan jaringan yang sudah ada. Contohnya Protein lagumin pada kacang-kacangan dan Gliadin pada gandum.

·          Protein Tidak Sempurna
Protein tidak sempurna adalah protein yang tidak mengandung atau sangat sedikit mengandung asam amino esensial.Protein ini tidak dapat mencukupi untuk pertumbuhan dan mempertahankan kehidupan yang telah ada.Contohnya Zein pada jagung dan beberapa protein yang berasal dari tumbuhan.

3.  Fungsi Protein
- Mengatur dan melaksakan metabolisme tubuh, misalnya sebagai enzim.
-Menjaga keseimbangan asam basa dan cairan tubuh.
- Sebagai zat larut dalam cairan tubuh.
- Menghancurkan atau menetralkan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
Kekurangan protein di dalam tubuh dapat mengakibatkan beberapa penyakit.Seperti kwashiorkor,anemia,radang kulit,dan busung lapar yang disebut juga hongeroedem. Karena terjadinya edema(pembengkakan organ karena kandungan cairan yang berlebihan) pada tubuh.












BAB IV
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
      Benzena merupakan senyawa hidrokarbon  yang memiliki rantai tertutup dan pada umumnya berbau aromatik.Umumnya pada benzena terjadi raeksi substitusi meskipun benzena dapat bereaksi melalui adisi pada kondisi ekstrim dan mampu teoksidasi  berupa pembakaran.            

        Makromolekul adalah molekul yang terbentuk dari ratusan sampai ribuan atom. Istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam. Reaksi pembentukan polimer dinamakan polimerisasi. Ada dua jenis polimerisasi yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Contoh polimer yang paling terkenal adalah plastik dan DNA. Mengapa plastik dan DNA dikatakan polimer? Itu dapat terlihat dari struktur dan sifat benda tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang digunakan merupakan polimer sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja, plastik pembungkus makanan dan minuman, kemasan plastik, alat-alat listrik, alat-alat rumah tangga, dan alat-alat elektronik.

B.  SARAN
 Dengan adanya makromolekul banyak benda yang dapat dibuat dan membantu kehidupan. Namun, penggunaan makromolekul tersebut harus digunakan dengan sebaik mungkin sehingga tidak terjadi pencemaran.

    Setelah kita mengetahui dan memahami penjelasan di atas, diharapkan kita mampu memahami secara detail mengenai benzena dan turunannya . Disamping itu, kita harus menjadi pembaca yang bijak setelah mengetahui kegunaan dan dampak benzena dan turunannya dalam kehidupan sehari-hari.











DAFTAR PUSTAKA

Umiyati, Nurhalimah. 2016. Buku Kimia XII. Edisi Revisi. Surakarta : Mediatama.
Putri, Deviana. 2015. Buku Pintar Kimia. Jakarta Selatan : Bintang Wahyu.
Komarudin, Omang. 2015. Big Book Kimia SMA. Jakarta Selatan : Cmedia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Essai Belajar Bersama Maestro 2019

Pelatihan Google Workspace Kepada Guru SDN 3 Parangharjo Guna Menyongsong Perkembangan Teknologi Di Dunia Pendidikan

Jelajah Energi Terbarukan Jawa Tengah : Transisi Energi Bersama Rakyat