CERITA PARLEMEN REMAJA 2019
CERITA PARLEMEN REMAJA 2019
SEBELUM PARJA
Suatu
hal yang diluar duggaan saya karena saya bisa lolos, ini sebuah Anugerah buat
saya setelah beberapa bulan lalu saya baru saja mengikuti kegiatan nasional
(Belajar Bersama Maestro). Jadi sebelumnya saya sudah melihat info kegiatan
parlemen remaja (parja) ini di instagram saya, hanya saat itu saya sedang ikut
kegiatan dimedan (BBM) dan saya tidak terlalu menghiraukan informasi ini.
Setelah kegiatan BBM berakhir ditanggal 14 Juli 2019, kami masih tetap aktiv
berkomunikasi digrup, mungkin karena belum move on. Hari itu kira-kira tanggal
belas-belasan Juli temanku Agape membagikan info yang sama tentang kegiatan
parlemen remaja. Langsung tertarik ? tentu tidak. Kemageran hakiki membuat saya
terlalu malas untuk melengkapi persyaratan. Namun ntah apa yang membuat saya
tergerak, akhirnya saya membuat essai dan membuat video persyaratan. H-7 hari
penutupan saya membuat semua persyaratan yang diminta mulai dari video sampai
essai, hari itu saya ingat dikala pelajaran bahasa inggris peminatan tiba, saya
malah berpikir tentang topik yang saya bawakan dalam essai ini, temanya sudah
ditentukan oleh panitia hanya saja saya harus berrpikir tentang apa yang harus
saya tulis nanti. Saya punya teman-teman yang sangat baik yang mau membantu
saya dalam pembuatan video, bukan dengan mengedit video yang saya buat tetapi
meminjamkan handphone nya untuk memvideo saya, untuk diketahui handphone saya
amatlah kentang, ya saya bersyukur karena sebagian uang untuk membeli handphone
ini adalah uang saku saya. Oh iya saat pembuatan essai, saya sampai membawa
laptop kesekolah untuk mengerjakan essai disela-sela jam kosong dan jam
istirahat, sama seperti yang saya lakukan saat membuat essai Belajar Bersama
Maestro kala itu. Tak lupa saya pun meminta saran kepada Teh Safira, salah satu
peserta parja 2018. Setelah pergumulan panjang akhirnya saya resmi mendaftarkan
diri di hari sabtu, tangga 27 Juli 2019. Waktu itu salah satu alumni sekolah
saya, sebutsaja namanya kak Dio, bertanya tentang SDGs, bayangkan betapa
butanya saya tentang hal ini, saya ngga tahu apa itu SDGs. Ya biar ngga
malu-maluin, saya berusaha memahami apa itu SDGs, kenpa SDGs didirikan, dan
semua tentang SDGs atau dikenal dengan
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Meskipun menjadikan saya terlihat amat bodoh
namun kak dio membuat saya terinspirasi untuk menyinggung tentang SDGs dalam
essai yang saya buat. H-Jam penutupan pendaftaran akhirnya saya merevisi essai
yang telah saya upload.
Saya
tidak terlalu percaya diri akan hal ini, bayangkan saja satu sekolah saya juga
banyak yang mendaftar dan video mereka bagus-bagus, seakan apalah daya hamba
dengan editing sederhana ini. Namun saya punya temen-temen yang selalu
menyemangati saya.
“Tenang aja dang,
BBM bisa kok ini ngga bisa” ujar Putri
Jeng-jeng .... sampailah saat
pengumuman, ga berharap lebih sih tapi emang deg-degan aja. Katanya sih
pengumumannya jam 4 sore nyatanya tidak, akhirnya saat itu kira-kira pukul 6
sore, ada nama gue dong. Pengen nangis.... seketika pada ngetag gue dikolom
komentar dan bilang congrats.
H-1 Parja gue
berniat untuk ngelem sepatu, waktu itu gue tidak menemukan keberadaan gunting
untuk memotong tutup lem (power glue) jadi gue berinisiatif untuk motong pakai
pisau, saat sedang memotong ntah apa yang terjadi potongan tutup lem tadi
terpental mengenai mata kanan gue. Itu sakit banget, sampai-sampai gue ngga
bisa melek ataupun nutup mata kanan gue.
Hari pertama parja.
Saya berangkat menuju Bogor bareng si Arya sama Nando. Waktu itu gue yang
bilang jangan telat tapi malah gue yang telat dan mereka nungguin gue, gue
telat karena ngobatin mata gue dulu. Saat sampai daerah patung (hanya orang
serang yang tahu) mereka langsung naik bus ke kp.Rambutan nah bokap gue bingung
kenapa ke kp.rambutan. yaudah gue ga bareng
mereka, bokap gue bilang ada kok bus dari Serang ke Bogor, iya ada tapi
jam 8 pagi sedangkan saat itu masih jam 6 pagi. Akhirnya bokap gue mengalah dan
nyusul mereka ke kp.rambutan, dari kp.rambutan ke ciawi, dari ciawi ke wisma
kopo. Oh iya kami sempet kelewatan dong wisma nya wk:v. Untung mamang angkotnya
baik jadi kami dianterin. Please gue mau ngakak nginget hal ini.
Sampai diwisma kami keruang sidang untuk ngambil kunci
rumah, nah waktu itu gue dapat kamar nanas namun gue malah nyebut jeruk, pas
dicek sama kak shihab kok ngga ada nama gue, ternyata salah rumah. Wk:v. Foto
dulu, cekrek. Masuk rumah,plih kamar,
nyalain ac,beres-beres, saat itu gue ga punya kuota, hanya kuota chat mau bikin
sg ga bisa. Tapi ternyata areanya free wifi, wifinya kenceng lagi, mantap jiwa.
Jam makan siang akhirnya gue,
Arya dan Ade kembali ke ruang sidang untuk makan, tadinya nyamperin ketempat si
Nando tapi ga ada orangnya, eh kayanya ga ada si Ade deh. Sampai diruang sidang eh meja makan sebelah udah
penuh yaudah bikin kubu baru, gue sama Arya. Ambil makan lalu makan. Terus ada
kak Dena lagi ngomong sama meja sebelah, gue ngga tahu sih mereka ngomongin
apa. Fokus makan, dan emang ngga dengerin dari awal jadi ga paham. Sampai gue
sama Arya disuruh nyambut bus 1, nanti setelah bus 1 akan tiba.
Makanan dipiring gue udah habis, terus gue pergi nuat
naro piring kotor sama ambil buah + puding. Perbaikan gizi dulu wkwk. Pas gue
balik lagi ke meja tadi, lah udah ada orang, dan gue kira dia panitia. Style
nya kaya panitia jadi gue mikirnya
panitia. Tapi gue ga terlalu peduli gimana-gimana gitu lanjut main hp.
Tiba-tiba si Arya dateng lagi tuh habis naro piring. Lalu....
“Hei Arya” sapa orang tadi
“oh peserta juga” gumamku
“Hei, oh iya ini kenalin temen gue”ucap Arya
“Elishabet” ucapku
‘Azzam”
Nama dia itu ngga asing buat gue, kaya tahu tapi lupa.
*sesi follow-followan and basa basi
Tiba-tiba terlontar pembicaraan dari mulut gue kepada
Azzam
“Lo fraksi Goa ?”
“iya”
“Kita sefraksi, lo yang jarang respon digrup itu kan ?”
*penjelasan jarang respon dari Azzam wkwk
Gue sama Arya dipanggil kak Dena
Hayoo siapa yang
salaman sama gue, bahkan ada yang ngira gue panitia parja.
“Kak ini diisi absennya ?” Tanya seseorang (Farhan)
“Gue peserta” jawabku
“Oh peserta, maaf ya. Dari dapil mana?”
*basa basi
Satu persatu teman-teman sekamarku datang, mulai dari
Hanifa dapil Jakarta lalu Lydia dapil Aceh dan Tiara dapil Gorontalo.
Gue sekamar sama Lydia dari dapil Aceh
Sore itu ada dua orang mencari
Hanifa, mereka juga mengajak kumpul ditaman untuk membahas pensi nanti malam.
Mereka adalah Audrey dan Alya dari dapil Jakarta.
Kami kumpul ditaman, saling berkenalan dan basa-basi.
Jadi disitu ada seorang peserta sebut saja namanya Apri.
Dia lagi pakai sendal wisma terus gue dengan selera ngelucu yang rendah
berkata.
“Ikh kok sendalnya pada couplean”
Untungnya saja recehanku ini diterima dengan baik, dan
tertawa.
“Ada berapa pasangan nih ? tanya seseorang” (menghitung
banyaknya orang pemakai sendal wisma)
*edisi susah dilupakan karena kelucuan sore itu
Malam harinya pensi dan pembukaan kegiatan pun tiba.
*pembukaan
*pensi
*Foto-foto
Fraksi Gowa kehilangan satu membernya. (- Andri)
Hari kedua
Dipagi hari kami dibangunakan dengan sirine ambulan,
tiba-tiba ada yang ngetok-ngetok pintu.
“Dek... bangun dek”
*Senam
*sarapan
*main game
Dapat regu namanya sarang keyong ketuanya si sukri,
motonya “berbagi sampai misskin” . (Aldi
kenapa kau tendang)

*bersih-bersih dan lanjut materi diruang sidang
GRUP FRAKSI GOA
Keke : kalian dimana ?
*diskusi panel
*foto-foto fraksi gowa edisi lengkap


*ishoma
*rapat dengar pendapat
*rapat intern komisi VII
*ishoma
*briefing persiapan kunker
*konsolidasi fraksi
Gowa : diskusi, gibah, foto pencitraan.


“Kak boleh minta fotoin” ucap Azzam
HARI KETIGA
*otw kunker

Kunker 5 dan 6 di bus 3.
Oh iya di bus gue duduk sama Phia dan Dinda dari dapil
Jateng.
Si Phia manggil gue Ratu (my name is Ratu Sondang
Elishabet Sidauruk), terus nanyain Raja nya mana ?. Raja nya sibuk, Ratunya
ditinggal.
*kunker di balai kota

*kunker ke rumah warga

Eh ada tuh di kunker 6 yang numpahin minuman dirumah
warga, wk.
Makanannya banyak dan enak-enak lagi.
“mamak kenapa kita ngga bawa pulang kue nya ?” pertanyaan
kepada Mamak Priesca Ayu
“Ngga usah nak, bapak masih punya banyak diamond buat
beli makanan” jawab mamak
Bapak Apri widodo alias Apri
Mamak alias Priesca
Kahiyang alias Yola
*kembali ke wisma kopo
Pas pulang, eh ditengah jalan hujan. Bikin baper gitu sih
kalau hujan.
Selama dibus Sandy ga berhenti bucin, sampai tercetus
#mantanmenyesal
Sampai diwisma gue cepet-ceoet turun dari bus, mau mandi.
Eh ,malah kecegat sama si Azzam, ditanay-tanya seputar kunker.
Gue ga mandi langsung ke ruang sidang
*rapat intern komisi VII
Revaldi mencetuskan slogan GIBAH (GERAKAN INDONESIA
BERUBAH). Thank you Rev udah bikin slogan untuk fraksi goa yang suka gibah.
*Ishoma
*Latihan simulasi rapat kerja dan rapat paripurna
“Rev tadi ada anak parja dia mau ngsisi minumpakai air
pans, tapi aku cegah” ujarku
“Kenapa dicegah bet” ujar Revaldi
‘Kasihan nanti kaya botol kamu”
“Ngga apa-apa bet, biar ada temen”

*konsolidasi fraksi
Selesai konsolidasi fraksi di ruang sidang kami
melanjutkan diskusi ditempat lain.
“Mau dimana nih ?”
“Ditempatku aja” ujar Andri
Ternyata tempat dia itu jauh, Cuma beda 2 rumah dari
tempat gue.
(gue pengen ketawa setiap nginget malam itu)
Khena menyatakan perasaannya terhadap Andri, bukan nembak
si Andri yaa... Astaga Khena bucin, Andri dibuchinin Khena. Kalau cowok
terbucin diparja adalah Sandy Amat Bucin, kalau ceweknya menurutku adalah
Khena. Oh iya Khena ngefans katanya sama Nando. Tapi Nandonya ga kenal Khena
(SAD L)
waktu itu.
Eh habis ngomongin Nando, tiba-tiba orangnya dateng.
Hayoo Khen bagaimana perasaanmu ? (Harap tanya Khena)
Eh diparja itu lucu banyak orang-orang yang mirip artis,
ntah emang matanya yang katarak atau bagaimana, tapi serius woi mirip (melihat
sekilas)
Ada si Azzam yang mirip Umay. Ada Aril yang mirip Rich
Brian.
Eh ternyata si Asril serumah sama si Andri, gue malah
ngalangin pintu masuk lagi. Wk
Dan Bodohnya gue frontal bilang gini ke Rich Brian kw
“Kamu kok mirip rich braian (sekilas) besok aku foto sama kamu ya!” jadi waktu
itu gue ga tahu namanya, yang gue tahu Cuma Rich Brian kw.
*kembali kehunian masing-masing
Jadi waktu itu sekitar pukul 12 malam, dan gue mandi
karena gue tahu besok kamr mandi akan penuh dan gue pasti akan kesiangan
bangunnya. Bogor dingin jadi pake air
panas.
HARI KEEMPAT
Mata gue masih ngantuk, naik bus dan lanjut tidur.
Saat gue bangun udah sampai di gedung DPR RI.
*Fotbar dsb
Thank you Ifa sudah meluangkan memorinya untuk foto ku
dan rara serta foto sama rich brian kw wk:v
*tour building
Kejadian menyakitkan karena penolakan (cukup pendam)
*pembukaan simulasi sidang
“Gue ngantuk berat fay” ujarku
“Sama, Eh temenku ada yang mirip kaya kamu loh, dia adik
kelas aku” ujar Ufay
Please gue paling tua dari dapil Banten (eh paling tua
ada Nara geh)
*simulasi rapat kerja komisi VII
GRUP PARJA GIBAH (cukup tahu aja ya, bagi yang tahu)
*simulasi rapat paripurna
Jadi setelah rapat kerja gue baru inget kalau name tag
gue ketinggalan di kamar mandi VIP, akhirnya gue balik ke kamar mandi dan
akhirnya menemukan name tag gue. Tapi gue ketinggalan rombongan, tiba-tiba
diruangan yang tadi dipakai raker kosong, nah gue bingung dong. Gue telepon
keke, tapi ga diangkat. Gue pc grup fraksi ga ada yang balas. Akhirnya gue
ketemu kakak-kakak alumni parja, salah satunya kak Ronald, malunya gue.
*penutupan acara
*peserta menuju penginapan
Ya bagaimana bus 3, apa yang terjadi disana.
Apri dance black pink, ini paling ngakak.
Keluarga besar Apri widodo bikin konser dadakan didalam
bus
Kak kenny dan sandi ikut konser
*masuk penginapan
Tukeran kamar sama Retri
Sekamar sama Lydia
Hari Terakhir
Bangun kesiangan, si Lydia juga kesiangan.
*Sarapan
*Sayonaran ketua komisi bucin, Sandy Amat Bucin.
*City Tour
Kepasar seni ancol
Wacana semata mau fotbar sama fraksi gowa edisi lengkap.
Makan siang with keluarga besar Apri widodo yang duduk
diemperan karena ngga kebagian kursi.
Difotoin Rara dari dapil Aceh. (Truk aja gandengan masa
aku kagak)

Gue inget si Revaldi nunjukin foto ketika jadi miss
universe (cukup tahu)
*sayonara (see you again)
“Eli...” ucap Aldi
“Iya Aldi, see you”
“bet” ucap Asril
“iya, eh tapi jujur gue ga tahu nama loh, nama lo siapa
sih ?” tanya ku
Dia jawab tapi cepet jadi gue lupa
(kejaian cukup senyumin dan maafin)
Sesampainya diserang koper gue rusak karena mamang kenek
nya ngga hati-hati saat ngambil koper gue.
SETELAH PARJA
Tugasku numpuk.
Tiba-tiba temen sekelas gue ada yang kenal nama-nama anak
parja.
Malming masih ditemenin mereka (grup 999+)
Temen gue ada yang suka sama anak parja yang fotonya gue
post di ig (Hayooo langsung dicari wk)
Maaf kalau ngga jelas dan ngga mendetail karena gue
sendiri agak lupa-lupa gitu dan ada beberapa yang sulit untuk gue ceritakan.
Komentar
Posting Komentar