Sang Maestro Irwansyah Harahap
Profil Diri
Nama: Irwansyah Harahap
Tempat/tanggal lahir : Medan, 21 Desember1962
Alamat: Jalan Stela I No. 27 Simpang Selayang Medan Tuntungan 20135 Medan,
Provinsi Sumatera Utara
Pekerjaan: Dosen, Ethnomusicologist, Composer, peneliti
Alamate-mail: suarasama@yahoo.com
Bidang Keahlian:Musik
Sebagai komposer, Irwansyah Harahap telah menciptakan sekitar 50an karya
musik (dalam genre world music) mulai sejak tahun 1987. Sebagian karya
musiknya telah diterbitkan dan diproduksi di tingkat internasional dan nasional;
album “Fajar diAtasAwan” (Radio France Internationale France 1998,DragCity
Chicago2008); Album “RitesofPassages“ (SuarasamaIndonesia2002; Suarasama
New Zealand 2009); Album “Lebah” (Suarasama Indonesia 2008); dan Album
“Timeline” (SpaceRecordIndonesia2013). Disamping itu, kompilasi karya musik
yang belum diterbitkan (unpublished album) adalah: “Gambus Solo: IOne” (2004)
berupa kompilasi 9 karya musik gambus solo; Album “Gambus Hati“ (2006);
berupa kompilasi 7 karya komposisi lagu; ; Album “Born” (2007); berupa
kompilasi 7 lagu yang ditampilkan dalam konser musik Suarasama “Melintas
Bunyi” (Hibah Kelola 2007); “Beauty of Silence” (2008); sebuah album single
untuk karya musik gambus kontemporer; Album “Pointe of No Return” (2010);
berupa9 karya musik sintesis alat musik akustis dan computer music untuk acara
pertunjukan ballet-music performance “Pointe of No Return” (Namarina 2010).
Dari sisi musikal karya-karya kreatif musik Irwansyah Harahap telah mewarnai ekspresi seni lainnya.
Karya-karya musik Irwansyah Harahap pada dasarnya mencerminkan akar
kebudayaan dan kearifan lokal dimana ia tumbuh (Melayu,Batak,dan Nusantara)
serta pengaruh dari pengalaman studi ethnomusicology yang digelutinya. Tema-tema karya musiknya menekankan pada aspek spritualisme, alam, dan
kemanusiaan juga telah diulas dari harian Kompas Jakarta (lihat Kompas,
IrwansyahHarahap:MusikLintasBudaya,”4November1998). Review terhadap
karya-karya musik yang dikerjakan oleh Irwansyah Harahap juga telah diulas oleh
berbagai kalangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagai contoh album
“Fajar di Atas Awan” (DragCity, Chicago USA 2008), dimana terdapat lagu “Fajardi
Atas Awan,” dan “Lebah” telah dinobatkan menjadi Best World Music album ofthe
year” oleh San Francisco Chronicle USA; dan salah satu dari sepuluh “BestWorld
Music album Ofthe Year by Un Cut Magazine,” London; dan salah satu dari“ 10Best
Album of October, 2008” oleh Global Rhythm Magazine, USA. Komposisi
“Timeline,” telah ditampilkan di forum festival musik di Philippines (2010) dan
New Zealand (2009). Karya komposisi “Journey” telah ditampilkan pada forum
festival “Asian Composers League (Solo 1999 dan Wellington New Zealand 2007).
Album “Timeline” (Space Record 2013) juga telah mendapat review dari “Un Cut
Magazine” UK. Lagu “Kita Berbagi (We Share)” telah diapakai menjadi tema penutup film etnografi“ [un]COMMONSOUNDS” Exploring the Contribution of Music
and the Artsin Fostering Sustainable Peacebuilding Among Muslims and Christians,”
@Fuller Theological Seminary,USA2013.
Penghargaan Yang Pernah Diterima
1. Ford Foundation Grant (1991-1994) untuk penyelesaian studi S2 di bidang
Ethnomusicology di University of Washington, USA.
2. Ford Foundation-University of California Los Angeles (UCLA), Asia Pacific
Performance Exchange(1997), workshop seni lintas negara(Asia-Pacific) selama
satu bulan di University of California Los Angeles (UCLA) USA.
3. Asian-New Zealand Foundation dan Victoria University of Wellington New Zealand: Artistin Residency(2009), program residensi artis selama tiga bulan di
kota Wellington New Zealand.
4. Totoya Foundation (2006-2008, 2009), research grant project tentang musik
tradisi Batak Toba.
5. Satya Lencana Presiden RI (2011), pencapaian 10 tahun pengabdian sebagai dosen pegawai negeri
6. Anugerah Kebudayaan sebagai Pelopor World Music di Indonesia (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI) tahun 2017.
Karir
1. Pengajar di Departemen Etnomusikologi dan
Program Studi (S2) Penciptaan dan Pengkajian Seni Fakultas Ilmu
Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara Medan
2. Ketua Program Studi (S2) Penciptaan dan Pengkajian Seni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara Medan 2011-2016;
3. Direktur kelompok musik SUARASAMA
4. Ketua Lembaga Jendela Toba, Medan
5. Instruktur/Konsultan Program Pelatihan Radio Musik Etnik, Puskad Jogja-Ford Foundation; Jogjakarta-Jakarta tahun 1998-2002.
6. Ketua Komisariat Daerah (Komda) Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) tahun 1997-2001
7. Field Consultant Sacred Bridge Foundation Jakarta.
Deskripsi Perjalanan Karya Musik dan Kegiatan dalam Dunia Akademis
1. “Gladi Pementasan Karya Musik,” Taman Budaya Sumatera Utara, Medan Indonesia1995
2. “Yogyakarta Gamelan Festival,” Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta Indonesia
(1997,2001,2002)
3. “Asia Pacific Performance Exchange (APPEX)” 1997, University of California Los
Angeles (UCLA), USA, 1997
4. “Pesta Gendang Nusantara II 1997,” Tribune Cahaya dan Bunyi, Kompleks
Warisan Sejarah, Padang Pahlwan Banda Hilir, Melaka, Malaysia 1997.
5. “Konser Karya Musik Irwansyah Harahap (Suarasama),” Teater Utan Kayu(TUK),
Jakarta Indonesia 1998
6. “Kisah Lima Kota dalam Seni Pertunjukan: Suara-Suara Atas Angin,” Taman
Budaya Jawa Barat, Bandung Indonesia 1998
7. “Temu Musik September,” Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, Indonesia 1998
8. “Maha Swara: Asian Composers League Festival,” Gedung STSI Surakarta,
Surakarta Indonesia,1999
9. “Sufi Soul: 2nd World Music Festival,” Al Hamra Cultural Complex, Qaddafi
Building, Lahore Pakistan (2001)
10. “Sharq Taronalari Festival”Samarkhand Uzbekistan (2001)
11. “North Sumatran Music and Dance Performance,” Jinan University Ghuangzou,
China (2001)
12. “North Sumatran Music and Dance”,Raffles Hotel, Singapore,2001
13. “Malaka Drum Festival,” Gedung Malaka Heritage, Malaka Malaysia,1998,2002
14. “Bali World Music Festival,” Garuda Whisnu Kencana (GWK) Bali, Indonesia 2002
15. “5 Cara 5 Suara” (World Music Fest, Dewan Kesenian Jakarta),Gedung Kesenian
Jakarta, Jakarta Indonesia(2003)
16. “Asean Composer League and International Puppet Festival, New Zealand School of Music, Victoria University Wellington, Wellington New Zealand 2007
17. “Second International Rondalla Festival,” University of Phillipines, Manila Philippines2007
18. “Riau Hitam Putih World Music Festival,” Bandar Seni Raja Ali Haji, Pekanbaru
Indonesia2008
19. “Bandung WorldJazz Festival 2009,” Sasana Budaya Ghanesa (Sabuga) ITB,
BandungIndonesia2009.
20. “Gaung: the 21st Century Music Education,” a global and holistic music clinic and discussi on forum,” Sacred Bridge Foundation, Bedugul, Bali Indonesia 2009.
21. “Rondalla Festival”, Dummaguette Cultural Center, Dumaguette Philippines 2007,
2011
22. “Irwansyah Harahap and Friends: Farewell Concert,” New Zealand School of
Music, Wellington New Zealand 2010
23. “Suarasama in Concert: Minpaku Museum of Ethnology,” Minpaku: Museum of Ethnology Building, Osaka Japan 2011
24. “Atjeh International Sufi Music Festival 2011,” Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Banda Aceh Indonesia2011
25. “Jazz Market by The Sea,” Bali Indonesia 2013
26. “North Sumatra Jazz Festival 2013,” Hotel Aston, Medan Indonesia 2013.
27. Art Summit Festival2013” Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Indonesia 2013.
28. Suara sama in Concert: Bentara Budaya Jakarta, "Bentara Budaya Kompas, Jakarta
Indonesia 2013
29. “Launching Album Timeline,” Gedung Rossi Music, Jakarta Indonesia 2013
30. “Revolusi Musik Bambu,” Taman Budaya Jawa Barat ,Bandung Indonesia 2014
31. Indonesia Arts Fesitval (ARTE) 2014, Assembly Hall Jakarta Convention Center
(JCC),JakartaIndonesia2014
32. “Ramadhan Fair 2014,” Taman Sri Deli, Medan Indonesia 2014
33. Salihara World Music Festival 2015
34. Frankfurt Book Fair, German 2015
35. UNP World Ritual Music Festival, Padang Indonesia 2016
36. RRREC Fest, Sukabumi Indonesia 2016
37. RRREC Fest Music Concert, Jakarta Indonesia 2017
38. Milad Istiqlal, Jakarta Indonesia 2017
39. Festival Pasar Hamburg, Hamburg German 2017
40. Europalia and Beyond Europalia 2017, Belanda, Belgia dan Spanyol
41. Festival Kongres Kebudayaan, Jakarta 2018
42. Toba Caldera World Music Festival 2018, Balige Tobasa Indonesia
43. Toba Caldera World Music Festival 2019, Singgolom Tobasa Indonesia
Komentar
Posting Komentar